Skip to main content

Evolusi Mematikan Strain Influenza Avian H7N9

LaporanPenelitian.com - Menelusuri evolusi flu ayam merujuk asal-usul mematikan galur influenza avian H7N9 membawa 6 gen dari virus H9N2.

Virus flu menjangkiti peternakan unggas China selama beberapa dekade menciptakan influenza H7N9 baru, virus burung yang telah memukul 375 orang sejak tahun 2013.

Pengawasan terus menerus virus flu yang beredar di peternakan unggas dan identifikasi perubahan virus H9N2 sebagai tanda peringatan awal muncul strain baru dengan potensi memicu pandemi global.

Tim internasional menggunakan seluruh sekuen genom untuk melacak evolusi virus ayam H9N2 antara tahun 1994 hingga 2013. Analisis melibatkan ribuan urutan virus bahwa keragaman genetik H9N2 turun tajam pada tahun 2009.

Dari tahun 2010 sampai 2013, H9N2 muncul dalam dominan subtipe berkat genetik yang memungkinkan tetap berkembang meskipun penggalakan vaksinasi luas pada ayam.

Letusan memasang panggung munculnya H7N9 yang menyebabkan 2 wabah pada manusia sejak 2013 dengan 115 kematian dikonfirmasi. H9N2 adalah kolam pencampuran gen H9N2 dengan virus flu burung migran dan bebek domestik.

"Sequencing genom memungkinkan kita melacak H9N2 dalam waktu dan geografi untuk H7N9 yang menjadi ancaman sejak 2013," kata Robert Webste, biolog St. Jude Children's Research Hospital di Memphis.

Perakitan virus H9N2 muncul sebagai subtipe dominan pada tahun 2010. Faktor-faktor yang termasuk meluasnya penggunaan vaksin unggas dan kecenderungan alami flu bermutasi, bercampur dan swap genetik.

"Pelacakan keragaman genetik H9N2 pada peternakan unggas memberi peringatan dini virus yang muncul dengan potensi memicu pandemi," kata Webster.
Evolution of the H9N2 influenza genotype that facilitated the genesis of the novel H7N9 virus

Juan Pu1,2 et al.
  1. Key Laboratory of Animal Epidemiology and Zoonosis, Ministry of Agriculture, College of Veterinary Medicine, China Agricultural University, Beijing 100193, China
  2. Department of Infectious Diseases, St. Jude Children's Research Hospital, Memphis, TN 38105
Proceedings of the National Academy of Sciences, 29 December 2014, DOI:10.1073/pnas.1422456112

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.