Skip to main content

Percikan Kembang Api Seng Ketika Telur Bertemu Sperma

Penelitian - Kembang api zink ketika telur bertemu sperma, percikan secara harfiah jika merasa cocok. Pembuahan telur mamalia melepas kembang api dari miliaran permukaan atom seng.

Menggunakan teknologi mutakhir, para ilmuwan melihat pertama kali molekul kembang api dan menentukan asal percikan seng yaitu paket kecil kaya seng tepat di bawah permukaan telur.

Fluktuasi seng memainkan peran sentral regulasi biokimia yang memastikan transisi telur menjadi embrio sehat dan informasi kuantitatif yang belum pernah diketahui sebekumnya untuk metode fertilisasi in vitro.

Metode pencitraan sensitif memungkinkan para ilmuwan melihat dan menghitung atom seng individu dalam sel telur dan memvisualisasikan percikan gelombang seng dalam tiga dimensi.

"Jumlah seng dirilis telur menjadi penanda besar identifikasi telur berkualitas, sesuatu yang belum pernah kita lakukan," kata Teresa Woodruff, biolog Northwestern University di Evanston, Illinois.

"Jika kita dapat mengidentifikasi telur terbaik, kita hanya butuh sedikit embrio ditransfer selama terapi kesuburan. Temuan kami membantu bergerak menuju ke sana," kata Woodruff.

Laporan pertama pengukuran fisik kuantitatif lokalisasi seng dalam sel tunggal mamalia. Suite empat metode fisik menentukan berapa banyak seng di telur, di mana berada saat pembuahan dan dalam 2 jam setelahnya.



Quantitative mapping of zinc fluxes in the mammalian egg reveals the origin of fertilization-induced zinc sparks

Emily L. Que1 et al.
  1. The Chemistry of Life Processes Institute, Northwestern University, Evanston, Illinois 60208, USA
Nature Chemistry, 15 December 2014, DOI:10.1038/nchem.2133. Gambar dan video: Emily L. Que et al.

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.