Skip to main content

Kemakmuran Munculnya Moralisasi Dan Asketisme Agama

www.LaporanPenelitian.com - Kemakmuran, bukan kompleksitas politik, yang menjelaskan munculnya moralisasi agama.

Masyarakat pemburu-pengumpul dan chiefdom awal memulai tradisi keagamaan yang difokuskan pada ritual dan jangka pendek, persembahan korban dan tabu yang dirancang untuk menangkal kesialan dan kejahatan.

Ini berubah selama Axial Age antara 500 SM dan 300 SM dengan doktrin muncul di 3 tempat Eurasia yang menekankan gagasan transendensi bahwa keberadaan manusia memiliki tujuan melalui berbagai moderasi.

Pertapa dan gerakan moralisasi yang melahirkan tradisi Buddhisme, Islam, Yahudi, Hindu, dan Kristen semua muncul sekitar waktu yang sama di tiga wilayah yang berbeda Yunani, India dan China.

Hari ini semua agama-agama paling populer memiliki satu kesamaan yaitu fokus pada moralitas dan asketisme. Tapi para dewa tidak selalu peduli apakah Anda adalah orang yang jahat.

Dalam budaya di mana orang mengkonsumsi kurang dari 20.000 kilokalori per hari, bermoralisasi agama tidak pernah muncul. Tapi ketika masyarakat melewati ambang batas 20.000 kilokalori, bermoralisasi agama menjadi lebih mungkin.

Sebuah tim merancang model statistik berdasarkan sejarah dan psikologi manusia yang membantu menjelaskan munculnya agama-agama dunia dipicu kenaikan standar hidup peradaban besar Eurasia.

"Salah satu implikasi adalah agama-agama dunia dan spiritualitas mungkin berbagi lebih dari apa yang kita pikirkan," kata Nicolas Baumard, filsuf University of Pennsylvania.

"Di luar doktrin yang sangat berbeda, mereka semua memasuki sistem pahala yang sama dalam otak," kata Baumard.

Jadi apa yang berubah? Baumard dan rekan mengusulkan satu alasan sederhana bahwa orang menjadi kaya. Ketika orang miskin sumber daya mereka memprioritaskan imbalan segera sebagai strategi terbaik.

Tetapi ketika lebih makmur, orang-orang berpindah memprioritaskan tujuan jangka panjang. Setelah kebutuhan duniawi tercukupi, agama memiliki daya menggeser fokus dari imbalan materi jangka pendek menuju imbalan di akhirat.

"Kemakmuran mengubah psikologi masyarakat dan pada gilirannya mengubah sejarah agama mereka," kata Baumard.
Increased Affluence Explains the Emergence of Ascetic Wisdoms and Moralizing Religions

Nicolas Baumard1,2 et al.
  1. Philosophy, Politics and Economics Program, University of Pennsylvania, 311 Claudia Cohen Hall, 249 S 36th Street, Philadelphia, PA 19104, USA
  2. Département d’Études Cognitives, Ecole Normale Supérieure, 29 Rue d’Ulm, 75005 Paris, France
Current Biology, 11 December 2014, DOI:10.1016/j.cub.2014.10.063

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.