Skip to main content

Vaksin NDV-3 NovaDigm Therapeutics Cegah Staphylococcus aureus

www.LaporanPenelitian.com - Infeksi methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) semakin menghantui. Vaksin memberi janji cegah infeksi kulit resisten antibiotik.

Sulit diobati, MRSA tahan banyak antibiotik dan infeksi dapat kambuh. Sekarang para ilmuwan melaporkan harapan baru untuk desain mencegah infeksi yang disebabkan "superbug" MRSA.

Sebuah tim di Los Angeles Biomedical Research Institute melaporkan vaksin baru, NDV-3, menggunakan protein rekombinan Als3 yang memobilisasi sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi kulit MRSA.

Vaksin meningkatkan pertahanan kekebalan molekuler dan seluler kulit dalam menanggapi MRSA dan bakteri S. aureus lainnya dalam model eksperimental.

"Ini studi pertama efektivitas lintas vaksin rekombinan terhadap infeksi kulit MRSA," kata Michael Yeaman, biolog David Geffen School of Medicine di UCLA Los Angeles

"NDV-3 unik karena vaksin pertama efektif melawan infeksi Staphylococcus aureus dan jamur Candida albicans. NDV-3 merupakan pendekatan baru untuk desain vaksin," kata Yeaman.

Vaksin NDV-3 mengurangi keparahan dan perkembangan infeksi kulit dan mencegah invasi MRSA masuk ke jaringan yang lebih dalam. NDV-3 telah dilisensi oleh NovaDigm Therapeutics Inc.

S. aureus adalah penyebab utama infeksi melalui kulit dan menjadi pembunuh di seluruh dunia. Bakteri ini juga penyebab infeksi bedah atau trauma luka, lesi kulit diabetes, infeksi aliran darah dan pneumonia atau endokarditis.

"Sepertiga pasien yang didiagnosis dengan infeksi invasif S. aureus meninggal, terhitung kematian tahunan melebihi HIV, TBC dan virus hepatitis gabungan," kata Yeaman.

"Vaksin dapat mencegah atau mengurangi keparahan infeksi MRSA, sebuah menjadi kemajuan yang signifikan dalam merawat pasien dan kesehatan masyarakat," kata Yeaman.
Mechanisms of NDV-3 vaccine efficacy in MRSA skin versus invasive infection

Michael R. Yeaman1,2,3,4,5 et al.
  1. Department of Medicine, David Geffen School of Medicine at UCLA, Los Angeles, CA 90095;
  2. Divisions of Infectious Diseases and
  3. Molecular Medicine, Harbor–UCLA Medical Center, Torrance, CA 90502;
  4. St. John’s Cardiovascular Research Center, Los Angeles Biomedical Research Institute at Harbor–UCLA Medical Center, Torrance, CA 90502; and
  5. NovaDigm Therapeutics, Inc., Grand Forks, ND 58202
Proceedings of the National Academy of Sciences, 8 December 2014, DOI:10.1073/pnas.1415610111. Gambar: Janice Haney Carr via EOL.

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …