Skip to main content

Ternak Ayam Gallus di China 10 Ribu Tahun Lalu

www.LaporanPenelitian.com - China mungkin telah mendomestikasi ayam 10.000 tahun lalu, tulang di sejumlah lahan pertanian kuno memberi wawasan asal unggas favorit manusia.

Kalkun tak lebih dari pesta ayam, meskipun adorasi untuk burung rendah hati, kita belum dapat mengetahui di mana masyarakat kuno layak mendapat kredit untuk santapan goreng hadir di piring.

Beberapa ilmuwan termasuk Charles Darwin berpendapat jejak domestikasi ayam kembali ke Lembah Indus. Ilmuwan yang lain bersikeras budaya awal ternak ayam di China atau Asia Tenggara.

Sekarang tim internasional mengatakan di China utara situs domestikasi ayam paling awal di dunia berdasarkan sekuen gen tulang. Sebuah wilayah yang cukup kering dan suhu turun drastis ketika musim dingin.

Tapi ribuan tahun lalu cukup nyaman untuk hidup bagi ayam hutan. Para ilmuwan memulihkan 39 tulang yang diekstrak dari 3 situs di sepanjang Sungai Kuning dan 1 situs di China timur.

Meskipun pengujian hipotesis harus menunggu sampai para peneliti benar-benar berhasil mengungkap sisa-sisa temuan materi arkeologi budaya makan malam ayam dalam menu kuno.

Spesimen bersama arang dan tulang babi, anjing dan dalam satu kasus harimau dan buaya. Dating karbon memiliki rentang 2.300 sampai 10.500 tahun. Laporan sebelumnya berdasar sekuen ayam tertua maksimal 4.000 tahun.

Laporan baru juga membandingkan DNA mitokondria yang diekstrak dari tulang 1000 tahun di Spanyol, Hawaii, Pulau Easter dan Chile. Juga semua genetika kerabat ayam termasuk burung dan ayam hutan.

Ayam China anggota genus Gallus, setidaknya salah satu varietas asli yang menyebar ke seluruh dunia, sama seperti ayam hutan modern dan ayam peliharaan. Dating juga sekitar waktu yang sama domestikasi awal babi.

Masyarakat lain di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Amerika Selatan sibuk membudidaya ayam sendiri di sekitar waktu China utara. Bisa jadi ayam yang dipelihara di banyak tempat dan telah memperoleh genom tambal sulam.
Early Holocene chicken domestication in northern China

Hai Xiang1 et al.
  1. National Engineering Laboratory for Animal Breeding, Ministry of Agricultural Key Laboratory of Animal Genetics, Breeding, and Reproduction, College of Animal Science and Technology, China Agricultural University, Beijing 100193, China
Proceedings of the National Academy of Sciences, 24 November 2014, DOI:10.1073/pnas.1411882111. Gambar: woodley wonderworks via Wikimedia Commons

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.