Skip to main content

Fosil Tanaman Karnivora Dalam Batu Getah Damar

LaporanPenelitian.com - Fosil langka tanaman karnivora terawetkan dalam sepotong amber di Baltik.

Laporan baru membuka penjelasan asal-usul tanaman memerangkap makanan menggunakan daun yang bertindak seperti kertas lalat. Fosil dalam batu damar mendating kembali sekitar 35 juta hingga 47 juta tahun selama Eosen.

"Ini temuan pertama fosil tanaman karnivora jenis ini," kata Alexander Schmidt, geobiolog University of Gottingen di Jerman.

Fosil mungkin anggota awal keluarga Roridulacea. Fosil daun berserakan dengan kelenjar multiseluler mengintai atau tentakel dan rambut uniseluler mirip daun Roridula gorgonias di Cape flora Afrika Selatan.

Roridula menjebak serangga dengan lem di permukaan daun yang bertindak seperti kertas lalat. Pencernaan di lambung bergantung pada serangga simbiosis untuk mengekstrak mangsa yang malang.

"Tanaman karnivora ditemukan di banyak keluarga modern, masing-masing memiliki cara sendiri menangkap mangsa," kata Schmidt.

Daun itu sangat awet dan sangat berbeda dari daun tanaman berbunga lainnya sehingga mampu dibandingkan dengan keluarga tanaman modern yang masih ada sampai saat ini.

Temuan baru menunjukkan distribusi keluarga Roridulacea jauh lebih tersebar luas selama Eosen dari perkirakan sebelumnya, menantang teori sebelumnya tentang silsilah Gondwanan.

"Kami tidak berharap untuk menemukan daun ini dalam catatan fosil Eropa, karena Roridula terbatas di Afrika Selatan," kata Schmidt.
Carnivorous leaves from Baltic amber

Eva-Maria Sadowski1 et al.
  1. Department of Geobiology, University of Göttingen, 37077 Göttingen, Germany
Proceedings of the National Academy of Sciences, 1 December 2014, DOI:10.1073/pnas.1414777111. Gambar 1: Alexander R. Schmidt/University of Göttingen; Gambar 2: PNAS.

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.