Skip to main content

Kuburan Janin Zaman Es Dikelilingi Senjata di Alaska

Laporan Penelitian - Janin Zaman Es dikelilingi senjata di Alaska. Penggalian di sebuah kamp berburu kuno di Alaska menemukan sisa-sisa bayi yang menawarkan petunjuk upacara pemakaman Amerika awal.

Sekitar 11.500 tahun lalu, sekelompok pemburu mengubur 2 bayi manusia dalam lubang di Alaska. Dikelilingi komponen senjata, kerangka memberi tampilan unik praktek-praktek budaya akhir Zaman Es terakhir.

"Sebelum temuan ini, kita tidak memiliki bukti permukiman dan sistem tradisional Amerika awal yang pernah menghuni daerah ini," kata Ben Potter, arkeolog di University of Alaska di Fairbanks.

Pada tahun 2006, proyek kereta api memukan situs di utara Sungai Tanana di Alaska tengah. Empat tahun kemudian, Potter dan rekan menemukan kerangka berumur 3 tahun di perapian rumah bawah tanah yang dibangun 11.500 tahun lalu.

Orang-orang Denali mendiami Alaska dari 12.000 hingga 6.000 tahun lalu menjelang akhir Pleistosen. Iklim lebih hangat dan basah, pohon cemara belum menyerbu lanskap Alaska, penduduk lokal memasak ikan salmon.

Janin sedikitnya 6 minggu dan mungkin lahir mati. Panggul berbentuk perempuan. Janin tetap meringkuk, dibungkus dan tertutup oker merah. Berbeda dengan anak yang dikremasi.

Benda-benda ritual berdating 11.600 sampai 11.230 tahun. Tanduk, poin proyektil dan batu tajam mengelilingi kerangka. Senjata tidak hanya diciptakan dan ditempatkan untuk penguburan, tapi toolkit fungsional seorang pemburu.

Bayi jarang dalam catatan arkeologi, tapi terbukti penting dalam subjek penduduk Amerika Utara. Gaya pemakaman Alaska mirip penguburan bayi lain di situs Clovis di Montana dan situs Danau Ushki di Siberia.

Tidak terlalu mengejutkan, mengingat situs Denali lainnya menanggung kemiripan dengan budaya Dyuktai berasal dari Siberia dan menyeberangi jembatan tanah kuno dari Beringia ke Amerika Utara.

Sekarang tim Potter mengejar garis bukti. Jika mereka dapat mengekstrak DNA tulang bayi bisa menjernihkan beberapa pertanyaan besar. Siapa saja orang-orang Ice Age yang tinggal di Beringia Timur dan bagaimana keterkatian Amerika selatan?



New insights into Eastern Beringian mortuary behavior: A terminal Pleistocene double infant burial at Upward Sun River

Ben A. Potter1 et al.
  1. Department of Anthropology, University of Alaska, Fairbanks, AK 99775
Proceedings of the National Academy of Sciences, 10 November 2014, DOI:10.1073/pnas.1413131111, Gambar: Ben Potter.

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.