Skip to main content

Demografi dan Iklim Akhiri Kekaisaran Neo-Asyur

Penelitian - Kekeringan dan populasi melengserkan kekaisaran Neo-Asyur. Kombinasi 2 faktor yaitu ledakan penduduk dan episode kekeringan mengakhiri Neo-Assyrian Empire pertengahan abad ke-7 SM.

Kekaisaran Neo-Asyur mendominasi Timur Tengah dari tahun 910 SM sampai 610 SM sebagai salah satu kerajaan internasional pertama. Sebuah negara multi-etnis yang terdiri dari banyak bangsa dan suku asal berbeda.

Penurunan cepat pada akhir abad ke-7 membingungkan para ilmuwan. Banyak hipotesis diusulkan seperti perang saudara, kerusuhan politik dan kehancuran ibukota Nineveh oleh koalisi Babelonia dan pasukan Median tahun 612 SM.

Tetap menjadi misteri mengapa kekaisaran menyerah begitu tiba-tiba dan begitu cepat. Sekarang sebuah tim membawa data kondisi iklim di Timur Tengah menjadi lebih kering selama paruh kedua abad ke-7 SM.

"Ledakan imigrasi buruh di dalam dan sekitar kota metropolis kekaisaran baru, kami mengusulkan demografi dan iklim memainkan peran penting runtuhnya Kekaisaran Asyur," kata Adam Schneider, antropolog University of California San Diego, dan rekan.

Kekeringan parah selama 5 tahun di Timur Tengah pada tahun 657 SM memercik stabilitas politik dan ekonomi negara yang berujung ke dalam serangkaian perang sipil yang fatal dan melemahkan.

"Danau Tecer di dataran tinggi Anatolia, kerak kalsit tebal 6-7 cm di lapisan sedimen berdating 670-630 SM bukti jangka pendek episode pengeringan dalam fase lembab," kata Adam Schneider et al.

"Isotop oksigen stabil dari sedimen Eski Acıgöl, kekeringan meninggkat bertahap selama 2 atau 3 abad mencapai puncak pada pertengahan abad 7 SM salah satu periode paling kering seluruh Holocene," kata Schneider et al.

"Di Danau Iznik di barat laut Anatolia, pergeseran ke arah kondisi kering di sekitar tahun 650 SM disimpulkan dari berbagai perubahan dalam sedimen," kata Schneider et al.

"Isotop oksigen stabil dari kalsit autigenik Danau Zeribar di tengah Pegunungan Zagros Iran barat juga mencatat fase kering jangka pendek dimulai tahun 750 SM, mencapai puncak pertengahan abad 7," kata Schneider et al.

"Sangat mungkin ledakan penduduk di jantung negara adalah bagian lebih besar, proyek bermotivasi politik ekspansi perkotaan dilakukan Raja Sanherib (705-681 SM, putra Sargon II)," kata Schneider et al.

"Setelah aksesi ke tahta, Sanherib memindahkan ibukota Asyur ke kota Nineveh. Selama pemerintahannya kota meluas dari 150 ha menjadi 750 ha, kota terbesar yang pernah ada di Mesopotamia utara saat itu," kata Schneider et al.


“No harvest was reaped”: demographic and climatic factors in the decline of the Neo-Assyrian Empire

Adam W. Schneider1,2 dan Selim F. Adalı2
  1. Department of Anthropology, University of California-San Diego, Social Sciences Building Room 210, 9500 Gilman Drive, La Jolla, CA 92093-0532, USA
  2. Research Center for Anatolian Civilizations, Koç University, İstanbul, Turkey
Climatic Change, 4 November 2014, DOI:10.1007/s10584-014-1269-y

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.