Skip to main content

Tak Ada Gen Ajaib Dalam Genom Supercentenarian

www.LaporanPenelitian.com - Rahasia umur panjang masih menjadi misteri, tapi jika rahasia umur panjang yang ditulis dalam gen maka kita belum menemukan varian yang ajaib pada supercentenarian.

Apa yang dibutuhkan untuk hidup sampai 110 tahun? Sebuah pencarian menyeluruh varian gen untuk umur panjang pada 17 supercentenarian dengan rata-rata usia 112 (tertua 116) tahun telah memberi tangan kosong.

Ada 74 supercentenarian hidup di seluruh dunia dan 22 di antaranya tinggal di Amerika Serikat. Supercentenarian sangat langka dan genom memegang rahasia untuk dasar genetik umur panjang yang ekstrim.

Laporan sebelumnya mengidentifikasi gen coding protein yang mungkin berperan penting umur panjang termasuk insulin-like growth factor-1 (IGF-1). Orang dengan varian IGF-1 menjadi kurang aktif dan ini memperlambat proses penuaan.

Tapi ketika Stuart Kim, biolog Stanford University di California, dan rekan membandingkan genom 16 perempuan dan 1 laki-laki berusia 110 tahun atau lebih dengan 34 orang berusia 21-79 tahun tidak menemukan perbedaan signifikan.

Ironisnya, seorang wanita supercentenarian memiliki varian gen yang diketahui meningkatkan risiko kematian mendadak melalui irama jantung yang tidak teratur.
Namun demikian, Kim berpikir perbedaan genetik pasti ditemukan.

"Kami tetap melanjutkan pencarian dan analisis yang lebih kompleks," kata Kim.
Whole-Genome Sequencing of the World’s Oldest People

Hinco J. Gierman1 et al.
  1. Depts. of Developmental Biology and Genetics, Stanford University, Stanford, CA, United States of America
PLoS ONE, 12 November 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0112430

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.