Skip to main content

Brincidofovir dan Favipiravir Uji Klinis Untuk Ebola

Laporan Penelitian - Médecins Sans Frontières (MSF) melakukan uji eksperimental Brincidofovir yang diproduksi Chimerix dan Favipiravir dari Fujifilm untuk mengobati ebola.

Obat Ebola bergerak selangkah lebih dekat. Dua obat antivirus diuji di tengah epidemi Ebola di Afrika Barat mulai bulan depan. Para pemangku kebijakan di Amerika Serikat, Eropa dan Afrika mengambil prioritas dalam uji klinis ini.

Darah korban yang selamat dari penyakit juga akan diberikan kepada orang yang terinfeksi Ebola untuk melihat apakah antibodi yang terbangun di dalamnya membantu menyembuhkan orang sakit.

Menurut Médecins Sans Frontières, uji klinis 2 obat antivirus hanya melibatkan pemberian lepada 100 sampai 200 orang, kemudian memantau mereka untuk melihat berapa banyak bertahan selama dua minggu.

Uji Brincidofovir dijalankan tim University of Oxford di UK atas nama International Severe Acute Respiratory and Emerging Infection Consortium (ISARIC), sebuah inisiatif global untuk membantu respon wabah penyakit.

Uji Favipiravir dilakukan di Guéckédou, Guinea, oleh INSERM, lembaga penelitian biomedis berbasis di Perancis. Uji serum dilakukan di Conakry di bawah manajemen Institute of Tropical Medicine berbasis di Antwerp, Belgia.

Brincidofovir adalah antivirus spektrum luas dikembangkan Chimerix Inc berbasis di Durham, North Carolina. Favipiravir dibuat oleh perusahaan Jepang Toyama Chemical Company yang dimiliki oleh Fujifilm Holdings Corp di Tokyo.

Jika tingkat kematian tetap berada di atas 50 persen, maka obat dianggap gagal dan uji coba dihentikan untuk memulai pengujian antivirus lain. Jika hidup di atas 80 persen selama 2 minggu, maka rekomendasi untuk uji coba skala lebih besar.

Agustus lalu National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) bekerja dengan GlaxoSmithKline mengumumkan tahap awal uji coba untuk menilai keamanan vaksin pada 20 orang dewasa sehat.

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.