Skip to main content

Sekuen DNA Memberi Mesin Waktu Evolusi Tanaman

Laporan Penelitian - Sekuen DNA untuk melihat kembali peristiwa penting dalam evolusi tanaman, rincian penting transisi kunci evolusi kehidupan tanaman di planet Bumi.

Dari ganggang aneh dan eksotis, lumut, pakis, pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh jauh di dalam hutan hujan berkabut dengan biji-bijian, sayuran yang dimakan manusia dan tanaman yang menghiasi rumah.

Proyek One Thousand Plants (1KP) Collaborative menghasilkan jutaan urutan gen dari spesies tanaman sampel dari seluruh kehidupan pohon hijau. Semua akun sejarah kehidupan tanaman di planet Bumi lebih dari satu miliar tahun.

"Kami mengembangkan alat analisis baru untuk memahami hubungan dan inovasi kunci waktu evolusi tanaman," kata Jim Leebens-Mack, biologi University Georgia.

Data baru menerangi proses kompleks yang memungkinkan ganggang kuno dari air berevolusi menjadi tanaman daratan dengan adaptasi melalui kompetisi memanen sinar Matahari, air dan unsur hara.

"Seperti mesin waktu untuk mendapatkan kembali sekilas bagaimana ganggang kuno beralih ke dalam beragam tanaman bergantung pada makanan, materi dan jasa ekologi," kata Norm Wickett, biolog Chicago Botanic Garden.

Ketika tanaman mengkolonisasi daratan 450 juta tahun lalu maka dunia berubah selamanya. Tumbuh dan berkembang di lanskep dataran, lembah dan pegunungan Bumi, perubahan yang cepat memunculkan segudang spesies baru.

"Kami berharap membantu menyelesaikan beberapa perdebatan lama tentang hubungan tanaman dan lain-lain menggunakan data kami untuk lebih menjelaskan evolusi molekuler gen tanaman dan genom," kata Leebens-Mack.
Data access for the 1,000 Plants (1KP) project

Naim Matasci1,2 et al.
  1. iPlant Collaborative, Tucson 85721, AZ, USA
  2. Department of Ecology and Evolutionary Biology, University of Arizona, Tucson 85721, AZ, USA
GigaScience, 27 October 2014, DOI:10.1186/2047-217X-3-17

Phylotranscriptomic analysis of the origin and early diversification of land plants

Norman J. Wickett1,2 et al.
  1. Chicago Botanic Garden, Glencoe, IL 60022
  2. Program in Biological Sciences, Northwestern University, Evanston, IL 60208
Proceedings of National Academy of Sciences, 29 October 2014, DOI:10.1073/pnas.1323926111

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …