Skip to main content

Deinocheirus mirificus, Dinosaurus Burung Unta Cretaceous

www.LaporanPenelitian.com - Misteri fosil dinosaurus milik burung unta raksasa, tulang raksasa mengungkap makhluk Cretaceous pemakan ikan Deinocheirus mirificus dengan lengan dan cakar besar.

Para ilmuwan memasang wajah dinosaurus raksasa pemakan ikan setelah hampir 50 tahun paleontolog menggali kuburan tulang misterius di gurun Mongolia. Fosil mungkin milik dinosaurus jenis burung unta raksasa.

Deinocheirus mirificus bipedal dengan tangan tidak biasa. Fitur senjata, tapi tidak ada yang tahu persis di mana letak Deinocheirus dalam pohon keluarga dino. Tulang-tulang menyerupai dinosaurus burung unta lainnya tapi tampak terlalu besar.

"Ini jelas hewan yang tidak biasa. Lebih dari 'perut bir' daripada khas ornithomimosaur," kata Thomas Holtz, Jr., paleontolog University of Maryland di College Park.

Panjang 2,4 meter dan spesimen forelimbs kerdil. Bahkan tulang kekar Deinocheirus membentang lebih panjang dari pelukan hewan bipedal lainnya. Berat 6 ton lebih dari 2 kali berat Hummer H2, dan lebih tinggi dari bangunan satu lantai.

"Ukuran besar memberikan beberapa perlindungan dari tyrannosaurid Tarbosaurus yang tampaknya telah relatif umum di Mongolia 70 juta tahun lalu," kata Philip Currie, paleontolog University of Alberta.

Yuong-Nam Lee, paleontolog Korea Institute of Geoscience and Mineral Resources di Daejeon, dan rekan mendating 70 juta tahun. D. mirificus dengan tanggem ducklike dan lidah besar mungkin penyedot debu yang menghisap ikan dan flora di dasar danau.

Resolving the long-standing enigmas of a giant ornithomimosaur Deinocheirus mirificus

Yuong-Nam Lee1 et al.
  1. Geological Museum, Korea Institute of Geoscience and Mineral Resources, Daejeon 305-350, South Korea
Nature, 22 October 2014, DOI:10.1038/nature13874

Palaeontology: Mystery of the horrible hands solved

Thomas R. Holtz Jr1
  1. Thomas R. Holtz Jr is in the Department of Geology, University of Maryland, College Park, Maryland 20742, USA, and in the Department of Paleobiology, National Museum of Natural History, Smithsonian Institution, Washington DC, USA
Nature, 22 October 2014, DOI:10.1038/nature13930
Gambar: Michael Skrepnick; Video: Y.N. Lee/KIGAM

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.