Skip to main content

Modifikasi Sel T Untuk Membunuh Leukemia

LaporanPenelitian.com - Modifikasi sel T untuk membunuh leukemia, sebuah tim di University of Pennsylvania menggunakan rekayasa genetika sel kekebalan untuk menempatkan leukemia ke dalam remisi.

Semua pasien dalam uji klinis sebelumnya kambuh beberapa kali atau gagal merespon terapi konvensional. Terapi reprogram sel T tubuh sendiri membuat mereka pulang dengan protein disebut CD19 hadir pada permukaan sel-sel leukemia.

"Kami memiliki sejumlah pasien satu tahun atau lebih dalam kondisi remisi dan tidak memerlukan terapi lain," kata Stephan A. Kubler, onkolog Children’s Hospital of Philadelphia.

Temuan mengkonfirmasi hasil sebelumnya atas eksperimen lebih kecil dan beberapa ilmuwan berspekulasi terapi bisa menggantikan transplantasi sel induk berisiko tinggi sebagai pendekatan standar leukemia.
Chimeric Antigen Receptor T Cells for Sustained Remissions in Leukemia

Shannon L. Maude et al.

The New England Journal of Medicine, 16 October 2014, DOI:10.1056/NEJMoa1407222
Gambar: Peggy Peterson Photography/Penn Medicine

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.