Skip to main content

Epik Bipedal Kanguru Pleistosen Procoptodon goliah

LaporanPenelitian.com - Kanguru raksasa punah berjingkat satu kaki pada suatu waktu. Fosil menunjukkan kiprah sthenurines seukuran pintu tidak melompat, tapi berjingkat-jingkat pada satu kaki belakang pada satu waktu.

Pohon silsilah kanguru yang menjelajahi Australia memiliki Sthenurines sejak 12.5 juta tahun lalu dan punah 30.000 tahun lalu. Anggota subfamili berukuran kecil hingga terbesar Procoptodon goliah mencapai 2 meter lebih dan berat 240 kilogram.

"Semua bukti kami cocok dengan hewan-hewan ini bersandar pada satu kaki pada suatu waktu, seperti manusia," kata Christine Janis, evolusionis Brown University di Providence.

Gerakan bipedal sthenurines berwajah mirip kelinci yang malang memiliki struktur tulang menyerupai hewan yang bergerak dengan menggeser berat badan dari satu kaki ke kaki lainnya seperti manusia dan kera.

Sebuah flange di dasar tulang kering mirip kuda dan manusia, mencegah kaki runtuh ke samping di bawah berat badan. Seperti primata berjalan, tulang panggul menyebar di bagian belakang. Otot-otot mendukung setiap kaki saat berjalan.

"Mereka memiliki gelandang besar dan lebih banyak ruang otot-otot glutealis membesar daripada kanguru hari ini," kata Janis.

Bipedalisme sthenurines pada kenyataannya proporsional berat badan. Sebaliknya, kanguru modern yang ramping untuk beradaptasi melompat yang membantu mereka mencapai kecepatan hingga 60 kilometer per jam.

Sthenurines memiliki cakar dan ekor lebih pendek dari kanguru modern yang sering sebagai kaki kelima. Biomekanik pentapedal menemukan solusi, postur tinggi dan bipedalisme memudahkan cakar meraih buah di pohon tanpa membuang energi untuk melompat.
Locomotion in Extinct Giant Kangaroos: Were Sthenurines Hop-Less Monsters?

Christine M. Janis1 et al.
  1. Department of Ecology and Evolutionary Biology, Brown University, Providence, Rhode Island, United States of America
PLoS ONE, 15 October 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0109888
Gambar: Brian Regal/Christine M. Janis et al.

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.