Skip to main content

Ikan 27 Kali Lebih Produktif Hidup di Habitat Bawah Rig

www.LaporanPenelitian.com - Ikan suka bergaya hidup di bawah platform minyak. Singkirkan prasangka Anda sebelum mengutuk semua rig minyak dan gas sebagai ancaman terhadap alam.

Laporan baru menyimpulkan data kapal selam bahwa ikan 27 kali lebih produktif di bawah rig dibanding terumbu di lepas pantai California. Ketika rig di California dibandingkan dengan habitat laut alami di seluruh dunia, ikan masih 10 kali lebih banyak.

"Beberapa orang percaya semua struktur buatan manusia harus dihapus dari laut, terlepas dari apakah habitat produktif bagi kehidupan laut," kata Jeremy Claisse, oceanografer Occidental College di Los Angeles.

"Kami menemukan tingkat produksi ikan di sekitar rig minyak individu cenderung 10 kali lebih tinggi dari habitat laut produktif lainnya seperti terumbu karang dan muara," kata Claisse.

Tim menyurvei 16 platform minyak atau gas dan 7 terumbu berbatu dari tahun 1995 hingga tahun 2011. Mereka menghitung berapa banyak dan ukuran ikan. Secara dramatis ikan lebih berlimpah di sekitar rig dengan 27 kali produktif di terumbu berbatu.

Tonggak rig setinggi gedung pencakar langit bertindak sebagai pembibitan ikan muda. Habitat platform minyak memberi kompleksitas 3 dimensi yang tampaknya memungkinkan populasi ikan mencapai tingkat maksumum dibanding tempat lain.

"Struktur Platform mendukung beragam komunitas invertebrata yang mendukung jaringan makanan," kata Claisse.
Oil platforms off California are among the most productive marine fish habitats globally

Jeremy T. Claisse1 et al.
  1. Vantuna Research Group, Department of Biology, Occidental College, Los Angeles, CA 90041
Proceedings of the National Academy of Sciences, 13 October 2014, DOI:10.1073/pnas.1411477111
Gambar: Greg Boland

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.