Skip to main content

Materi Gelap Bima Sakti Hanya Setengah Dugaan Sebelumnya

www.LaporanPenelitian.com - Setengah materi gelap dari apa yang kita pikir, pengukuran baru kandungan materi gelap dalam Bima Sakti melihat ada setengah sebanyak materi misterius dari didugaan sebelumnya.

Sebuah tim menggunakan metode yang dikembangkan hampir 100 tahun lalu menemukan massa materi gelap di galaksi kita sendiri seberat 800.000.000.000 (atau 8x1011) kali massa Matahari.

"Bintang, debu, Anda dan saya, semua hal yang kita lihat hanya membuat 4 persen. Sekitar 25 persen adalah materi gelap dan sisanya adalah energi gelap," kata Prajwal Kafle, astronom University of Western Australia.

Kafle dan tim International Centre for Radio Astronomy Research (ICRAR) mengukur massa materi gelap di Bima Sakti dengan menyelidiki kecepatan bintang di seluruh galaksi, termasuk detail sisi tepi yang belum pernah dipelajari sebelumnya.

Teknik mapan yang dikembangkan astronom Inggris James Jeans pada tahun 1915-dekade sebelum penemuan materi gelap. Pengukuran Kafle dan tim membantu memecahkan misteri yang lama menghantui selama hampir 2 dekade.

"Ide saat ini teori Lambda Cold Dark Matter bahwa harus ada beberapa galaksi satelit besar di sekitar Bima Sakti yang terlihat dengan mata telanjang, tapi kami tidak melihat itu," kata Kafle.

"Bila Anda menggunakan pengukuran dari massa materi gelap, teori seharusnya memprediksi hanya 3 galaksi satelit di luar sana. Large Magellanic Cloud, Small Magellanic Cloud dam Sagittarius Dwarf Galaxy," kata Kafle.

Satelit yang hilang telah menjadi duri kosmologis selama hampir 15 tahun, mungkin tak seburuk yang dipikir meskipun ada masalah harus dihadapi. Kafle juga menyajikan model holistik kecepatan yang diperlukan untuk meninggalkan galaksi.

"Bersiaplah memukul 550 kilometer per detik jika Anda ingin melarikan diri dari cengkeraman gravitasi galaksi kita," kata Kafle.

"Roket diluncurkan dari Bumi hanya membutuhkan 11 kilometer per detik untuk meninggalkan permukaan sudah sekitar 300 kali lebih cepat dari batas kecepatan maksimum mobil!" kata Kafle.



On the Shoulders of Giants: Properties of the Stellar Halo and the Milky Way Mass Distribution

Prajwal R. Kafle, Sanjib Sharma, Geraint F. Lewis, Joss Bland-Hawthorn

arXiv (Submitted on 8 Aug 2014), arXiv:1408.1787
Gambar: ESO/L. Calçada, video: Chris Power dan Rick Newton, ICRAR. Music by Reuben Christman.

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …