Skip to main content

Biomekanik Kranial Keragaman Sauropoda Respon Lingkungan

LaporanPenelitian.com - Dua jenis dinosaurus herbivora besar yang hidup berdampingan memiliki tengkorak yang memungkinkan makhluk untuk mengkhususkan diri dalam makan pada tanaman yang berbeda.

Dinosaurus pemakan tumbuhan hidup berdampingan dengan mengunyah vegetasi berbeda. Beberapa sauropoda besar makan pakis sementara yang lain makan pohon, para peneliti menyimpulkan pemeriksaan tengkorak.

Diplodocusand dan Camarasaurus adalah anggota kelompok ikon besar dinosaurus berleher panjang yang dikenal sebagai sauropoda. Setidaknya 10 genera menjelajahi Amerika Utara di lenskap semi kering dan vegetasi jarang.

Sekitar 150 juta tahun lalu selama Late Jurassic, Lingkungan kerajaan dinosaurus jauh dari subur tapi tumbuhan tumbuh dalam ukuran besar membantu sauropoda menghadapi musim kering.

CT scan menciptakan simulasi tengkorak dengan melihat tanda-tanda di mana otot terpasang. Camarasaurus dengan rahang pendek dan berat memiliki otot dan gigitan lebih kuat. Diplodocus dengan rahang tipis panjang memiliki gigitan lebih lemah.

Camarasaurus mungkin menggunakan gigitan kuat untuk meremuk kayu konifer. Diplodocus mungkin merumput pakis, merobek tetumbuhan dan menarik-narik dengan leher yang kuat untuk melucuti daun dari ranting.

"Anda bisa menjadi begitu besar, Anda menyimpan air dan lemak besar dan perjalanan jauh efisien," kata David Button, paleontologi University of Bristol di Inggris.
Cranial biomechanics underpins high sauropod diversity in resource-poor environments

David J. Button1,2 et al.
  1. School of Earth Sciences, University of Bristol, Life Sciences Building, 24 Tyndall Avenue, Bristol BS8 1TP, UK
  2. Department of Earth Sciences, The Natural History Museum, Cromwell Road, London SW7 5DB, UK
Proceedings of the Royal Society B, 8 October 2014, DOI:10.1098/rspb.2014.2114
Gambar: David J. Button

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.