Skip to main content

Tren Menyebar Dalam Jaringan Sosial Pan troglodytes schweinfurthii

www.LaporanPenelitian.com - Jaringan sosial Simpanse Uganda (Pan troglodytes schweinfurthii) menunjuk bagaimana ide-ide baru muncul. Imitasi bukan hanya bentuk sanjungan tulus, tapi juga hal cerdas untuk dilakukan.

Tiga tahun lalu, simpanse pria dewasa, Nick, mencelupkan sepotong lumut ke dalam mata air di Uganda Budongo Forest. Seorang wanita, Nambi, menonton Nick mengangkat lumut ke mulutnya dan meremas hingga air keluar.

Tak lama Nambi manyalin perilaku Nick dan 6 hari kemudian spons lumut mulai menyebar semata-mata di antara klan bahwa tren baru telah lahir dalam masyarakat Simpanse Uganda (Pan troglodytes schweinfurthii).

Untuk membuktikan Nambi dan 7 simpanse lain mulai menggunakan spons lumut tidak hanya datang dari ide independen, Catherine Hobaiter dari University of St Andrews di Inggris, dan rekan menggunakan analisis statistik jaringan sosial.

Satu dekade lalu diyakini hanya manusia memiliki kapasitas untuk meniru. Laporan baru memperkaya laporan sebelumnya ketika Simpanse di Chimfunshi Wildlife Orphanage Trust sanctuary, Zambia, memulai dan menyalin tren rumput ke telingga.

Teknik yang digunakan Hobaiter belum lama pernah diterapkan pada Paus Humpback (Megaptera novaeangliae) ketika berburu. Menyalin mungkin tampak seperti hal mudah bagi manusia, tetapi tidak semua hewan mampu melakukan.

Simpanse di Gombe Stream Tanzania menyalin satu sama lain menggunakan ranting untuk memancing keluar rayap, tapi trik tidak menyebar jadi budaya. Kemampuan leluhur manusia menciptakan dan menyalin adalah eksploitasi ceruk kognitif.




Social Network Analysis Shows Direct Evidence for Social Transmission of Tool Use in Wild Chimpanzees

Catherine Hobaiter1 et al.
  1. School of Psychology and Neuroscience, University of St. Andrews, Fife, United Kingdom
  2. Budongo Conservation Field Station, Masindi, Uganda
PLoS Biology, September 30, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pbio.1001960
Gambar dan video: Catherine Hobaiter et al., DOI:10.1371/journal.pbio.1001960

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.