Skip to main content

DNA Mitokondria Pertama Genom Penggembala Afrika Selatan

LaporanPenelitian.com - Genom manusia kuno dari Afrika Selatan melontar cahaya asal usul Anda, kerangka seorang pria yang hidup 2.330 tahun lalu di ujung selatan Afrika memberitahu genetik diri kita sebagai manusia.

DNA mitokondria memberikan petunjuk awal evolusi Homo sapiens dan bukti pertama. Salah satu penympangan awal profil DNA di wilayah di mana manusia modern diyakini berasal sekitar 200.000 tahun lalu.

Semua manusia berasal dari Afrika dalam pohon genetik dan semua cabang berasal dari ibu umum 'Mitochondrial Eve' ketika Andrew Smith, arkeolog University of Cape Town menemukan kerangka St Helena Bay tahun 2010 sangat dekat dengan "jejak kaki Eve" berdating 117.000 tahun.

Alan Morris, antropolog University of Cape Town, memeriksa kerangka lengkap pria setinggi 1,5 meter adalah penjelajah yang menghabiskan waktu menyelam di perairan pantai dingin, sementara dating karbon kerang dengan periode yang sama ditemukan di dekatnya.

Tim peneliti membangun genom mitokondria lengkap menggunakan DNA yang diekstraksi dari gigi dan tulang rusuk bahwa orang ini dari garis keturunan punah yang menghuni pesisir dan paling dekat dengan 'Mitochondrial Eve'.

"Kami sangat senang arkeolog Andrew Smith memahami pentingnya tidak menyentuh kerangka ketika menemukan sehingga tidak mencemari DNA," kata Vanessa Hayes, genomikawan Garvan Institute of Medical Research di Australia.

"Saya mendekati Svante Pääbo karena lab terbaik di dunia untuk ekstraksi DNA tulang kuno. Kerangka ini sangat berharga dan kami harus memastikan sampel berada di tangan yang aman," kata Hayes.

"Alan Morris melakukan beberapa pekerjaan detektif luar biasa. Dia menggunakan keahliannya dalam forensik dan kasus pembunuhan untuk merakit sebuah profil dari orang di belakang kerangka St Helena," kata Hayes.

"Alan membantu menetapkan orang ini adalah pemburu-pengumpul laut. Berbeda dengan pemburu-pengumpul pedalaman kontemporer dari Kalahari. Kami ingin tahu bagaimana orang ini berhubungan dengan mereka," kata Hayes.

"Kita juga tahu orang ini pra-dating migrasi yang terjadi sekitar 2.000 tahun lalu ketika penggembala membuat jalan dari Angola ke pantai membawa kawanan domba," kata Hayes.

"Salah satu masalah terbesar saat ini tidak ada orang yang merakit genom dari awal, genom tidak disatukan sebagaimana adanya. Sebaliknya, bagian sekuen dipetakan ke genom referensi. Sebagian besar bias oleh kontribusi Eropa," kata Hayes.

"Kita harus kembali ke asal-usul manusia awal. Tak satu pun yang berjalan di planet ini murni. Kita semua campuran, misalnya 1-4% dari Eurasia membawa DNA Neanderthal," kata Hayes.
First Ancient Mitochondrial Human Genome from a Pre-Pastoralist Southern African

Alan G. Morris1 et al.
  1. Department of Human Biology, University of Cape Town, South Africa
Genome Biology and Evolution, September 10, 2014

Akses : DOI:10.1093/gbe/evu202
Gambar: Foto oleh Chris Bennett

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.