Skip to main content

Bioreaktor Simbionis Komplek Melayani Rayap Petani

www.LaporanPenelitian.com - Rincian lengkap biomassa tanaman untuk konversi energi dalam bioreaktor industri masih jadi tantangan kompleks, tapi rayap petani jamur sudah memecahkan masalah ini lebih dari 30 juta tahun lalu.

Sementara para ilmuwan sejauh ini fokus pada jamur feed rayap, sekarang jelas bakteri usus peran utama efesiensi tinggi simbiosis. Manajemen canggih diterapkan rayap petani jamur yang mengurai tanaman hingga 90% dari semua materi tanaman mati.

Kerjasama multi-tahap rumit kunci sukses rayap petani sebagai dekomposer oleh pembagian kerja antara jamur pengekstrak komponen tanaman yang kompleks dan bakteri usus yang berkontribusi enzim untuk pencernaan akhir.

Rayap mengelola lahan jamur dengan cara yang sangat terstruktur. Sebuah tim menganalisis gen pabrik dekomposisi dalam sekuen genom rayap petani jamur dan tanaman jamur, serta komunitas bakteri penghuni usus.

Rayap tua pekerja mengumpulkan bahan tanaman dan membawanya ke sarang. Pekerja muda makan bahan tanaman bersama-sama dengan spora jamur dan menghasilakn limbah campuran tanaman spora menjadi layer baru taman jamur.

"Tapi butuh upaya besar-besaran sekuensing genom rayap itu sendiri, jamur serta beberapa metagenomik usus untuk menganalisis enzim yang terlibat dalam dekomposisi tanaman," kata Guojie Zhang, genetikawan BGI Shenzhen.

Sekitar 86% dari semua keluarga enzim glikosida hidrolase pada organisme hidup hadir dalam simbiosis. Kode jamur untuk enzim diperlukan untuk menangani karbohidrat, sedangkan mikroba usus kontribusi enzim oligosakarida pencernaan akhir.
Complementary symbiont contributions to plant decomposition in a fungus-farming termite

Michael Poulsen1 et al.
  1. Centre for Social Evolution, Department of Biology, University of Copenhagen, DK-2100 Copenhagen, Denmark
Proceedings of the National Academy of Sciences, September 22, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1319718111

Gambar: Saria Otani

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.