Skip to main content

Galaksi Raksasa Mengkanibal Galaksi Lebih Kecil

LaporanPenelitian.com - Galaksi besar menimbun berat badan dengan makan galaksi kecil. Galaksi raksasa pensiun membuat bintang baru malah ngemil galaksi tetangga. Astronom melihat galaksi kecil sedang dimakan rekan-rekan mereka yang lebih besar.

Para astronom mengamati lebih dari 22.000 galaksi. Sementara galaksi kecil sangat efisien menciptakan bintang-bintang baru, galaksi besar hampir tidak memiliki bintang baru. Tetapi mereka justru tumbuh dengan makan galaksi lain.

"Semua galaksi mulai dari kecil dan tumbuh mengumpulkan gas untuk dikonversi jadi bintang. Kemudian mereka benar-benar terkanibal galaksi yang jauh lebih besar," kata Aaron Robotham, astronom University of Western Australia dan ICRAR

Bima Sakti dalam titik kritis tetapi bakal makan 2 galaksi kerdil tertangga yaitu Large dan Small Magellanic Clouds dalam waktu 4 miliar tahun. Akhirnya Bima Sakti mendapat pembalasan ketika menyatu dengan Andromeda sekitar 5 miliar tahun.

"Secara teknis, Andromeda memakan kita karena lebih masif," kata Robotham.

Hampir semua data dikumpulkan Anglo-Australian Telescope di New South Wales sebagai bagian dari survei Galaxy And Mass Assembly (GAMA). Survei GAMA melibatkan lebih dari 90 ilmuwan dan waktu 7 tahun untuk menyelesaikan.

Galaksi tumbuh lebih besar memiliki lebih banyak gravitasi sehingga lebih mudah menarik material tetangga. Alasan galaksi besar melambat melahirkan bintang baru karena efek umpan balik ekstrim di pusat galaksi yang dikenal sebagai core galaksi aktif.

"Topik ini banyak diperdebatkan, tetapi mekanisme populer bahwa inti galaksi aktif pada dasarnya memasak gas dan mencegah pendinginan sehingga mencegah pembentukan bintang baru," kata Robotham.




Galaxy And Mass Assembly (GAMA): galaxy close pairs, mergers and the future fate of stellar mass

A. S. G. Robotham1 et al.
  1. ICRAR, The University of Western Australia, 35 Stirling Highway, Crawley, WA 6009, Australia
Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, September 18, 2014

Akses : DOI:10.1093/mnras/stu1604

Gambar: Simon Driver and Dr Aaron Robotham, ICRAR.
Video : ICRAR

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …