Skip to main content

Tiap Jenis Pohon Simpan Microbiome Bakteri Unik

Laporan Penelitian - Setiap jenis pohon memiliki identitas bakteri, microbiome unik. Sidik jari genetik bakteri menunjukkan tanaman host dari keluarga dan strategi ekologi yang berbeda memiliki komunitas mikroba sangat berbeda pada daun.

Sampel bakteri dari 57 jenis pohon yang tumbuh di hutan tropis dataran rendah Barro Colorado Island, Panama, para ilmuwan menggunakan sekuen DNA untuk sekuensing gen 16S ribosomal RNA yang diisolasi dari sampel.

Gen ini adalah barcode yang memungkinkan identifikasi dan mengukur keragaman bakteri berdasarkan jutaan fragmen DNA yang dihasilkan dari komunitas bakteri penghuni permukaan daun.

"Beberapa bakteri sangat berlimpah, sementara lainnya langka dan hanya ditemukan pada daun spesies host. Tiap jenis pohon dimiliki komunitas khas bakteri," kata Steven Kembel, biolog University of Quebec di Montreal.

Dalam microbiome hewan bahwa diet memiliki dampak yang besar pada struktur komunitas mikroba dalam usus dan kelimpahan beberapa taksa bakteri berkorelasi dengan pertumbuhan, mortalitas dan fungsi-fungsi host.

Bakteri pada tanaman adalah jenis-jenis bakteri terkait tanah dan air yang terlibat dalam nitrogen dan metana. Variasi kelimpahan bakteri di seluruh spesies host adalah kunci fungsi dari ekosistem hutan.
Relationships between phyllosphere bacterial communities and plant functional traits in a neotropical forest

Steven W. Kembel1,2 et al.
  1. Département des sciences biologiques, Université du Québec à Montréal, Montreal, Quebec, Canada H3C 3P8
  2. Institute of Ecology and Evolution, University of Oregon, Eugene, OR 97403
Proceedings of the National Academy of Sciences, September 15, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1216057111

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.