Skip to main content

Kepunahan Ekosistem Di Dinding Kuburan Mesir Kuno

LaporanPenelitian.com - Enam ribu tahun lalu singa Mesir memburu wildebeest dan Zebra di lanskap menyerupai Serengeti daripada Sahara. Sejak itu jumlah spesies mamalia besar mengalami penurunan dari 37 spesies menjadi 8 spesies.

Dinding di makam-makam Mesir kuno mengurat kisah kepunahan. Penggambaran hewan melacak runtuhnya jaringan ekologi Mesir pada satu waktu adalah deskripsi sekilas perubahan iklim dan manusia dan mengubah struktur dan stabilitas ekosistem.

Orang-orang di Mesir mengamati alam jauh sebelum mereka membangun piramida. Lukisan kuda nil, jerapah, gajah, hartebeest dan rubah di permukaan batu. Ostrich dan ibex diukir ke dalam palet seremonial 5000 tahun. Kemudian adegan berburu satwa liar.

Sebuah timeline catatan arkeologi dan seni zoom in skala waktu yang lebih singkat dari fosil untuk mengetahui kapan spesies punah dan bagaimana kerugian mengema ke seluruh mata simpul kehidupan dalam jejaring ekologi.

"Ketika Anda kehilangan keragaman, Anda kehilangan redundansi dalam sistem, dan pentingnya setiap organisme," kata Justin Yeakel, ekolog Santa Fe Institute.

Mesir menjadi surga spesies mamalia berbadan besar yang dicatat pada akhir Periode Predinastik atau sebelum 3100 SM, tetapi tidak lagi ditemukan di Mesir pada hari ini seperti singa, anjing liar, gajah, kijang, hartebeest dan jerapah.

Para peneliti mengidentifikasi 5 episode selama 6.000 tahun terakhir ketika perubahan dramatis terjadi pada masyarakat mamalia. Tiga di antaranya bertepatan perubahan lingkungan ekstrim yang bergeser ke kondisi lebih kering.

"Ada tiga pulsa besar aridifikasi Mesir dari basah ke iklim yang lebih kering, dimulai dengan akhir Periode Afrika lembab 5.500 tahun lalu ketika musim hujan bergeser ke selatan," kata Yeakel.

Pengeringan tiba-tiba Lembah Nil mungkin juga sebagai katalisis naik atau turunnya tahta Dinasti Firaun dengan runtuhnya Kerajaan Lama sekitar 4.000 tahun lalu dan munculnya Kerajaan Baru sekitar 3.000 tahun lalu.

Ekosistem kuat mensyaratkan sistem kaya spesies. Ketika jaringan berkurang maka labil seiring waktu. Dalam setiap kepunahan, mamalia adalah kunci. Hilangnya babi hutan, kijang putih dan macan tutul menyebabkan penurunan keseimbangan runtuh.

"Pada saat yang sama, kepadatan populasi manusia meningkat dan persaingan ruang di sepanjang Lembah Nil memiliki dampak besar pada populasi hewan," kata Yeakel.
Collapse of an ecological network in Ancient Egypt

Justin D. Yeakel1,2,3 et al.
  1. Department of Ecology and Evolutionary Biology, University of California, Santa Cruz, CA 95064
  2. Earth to Oceans Research Group, Simon Fraser University, Burnaby, BC, Canada V5A 1S6
  3. Santa Fe Institute, Santa Fe, NM 87501
Proceedings of the National Academy of Sciences, September 8, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1408471111

Gambar: British Museum

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.