Skip to main content

Dendrogramma enigmatica dan Dendrogramma discoides

LaporanPenelitian.com - Hewan aneh berbentuk jamur menantang sistem klasifikasi hidup di kedalaman gelap Laut Tasman. Sebuah 'fosil hidup' pra-Kambrium meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi.

Organisme baru Dendrogramma menyelinap di antara organisme yang dikumpulkan pada kedalaman 400 hingga 1000 meter lereng benua Australia selatan-timur Selat Bass. Panjang 1,5 sentimeter dan lebar 1 sentimeter berbentuk jamur.

Lapisan materi jelly di antara kulit luar dan sel lambung dalam. Mulut dan anus bergabungan di tangkai. Dua spesies baru diidentifikasi dalam genus baru Dendrogrammatidae yaitu Dendrogramma enigmatica dan Dendrogramma discoides.

Dendrogramma mungkin sekeluarga Cnidaria atau kelompok primitif lain Ctenophora. Tapi Dendrogramma tidak memiliki sel penyengat yang mendefinisikan Cnidaria dan tentakel yang mendefinisikan Ctenophora.

Makhluk-makhluk memiliki kesamaan bentuk kehidupan punah periode Ediacaran 540-580 juta tahun lalu. Dendrogramma mungkin keturunan pra-Kambrium, meskipun studi molekuler diperlukan untuk jawaban lebih definitif dalam pohon kehidupan.

"Kami pada dasarnya menemukan hewan yang tidak dapat ditempatkan dalam sistem hewan saat ini," kata Jean Just, zoolog Natural History Museum of Denmark

Dendrogramma berbagi pola Trilobozoans dari Ediacara. Sayangnya, pola tubuh biologis sering diulang dalam organisme yang tidak terkait. Tapi mengumpulkan spesimen segar untuk studi molekuler tidak akan mudah.

"Sejauh seribu meter ke bawah memakan waktu yang lama," kata Just.
Dendrogramma, New Genus, with Two New Non-Bilaterian Species from the Marine Bathyal of Southeastern Australia (Animalia, Metazoa incertae sedis) - with Similarities to Some Medusoids from the Precambrian Ediacara

Jean Just1, Reinhardt Møbjerg Kristensen1, Jørgen Olesen1
  1. Section of Biosystematics, Natural History Museum of Denmark (Zoological Museum), University of Copenhagen, Copenhagen, Denmark
PLoS ONE, September 3, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0102976

Gambar: Jean Just et.al., DOI:10.1371/journal.pone.0102976

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …