Skip to main content

Anggur Premium Perjamuan Elit Raja Kanaan

www.LaporanPenelitian.com - Anggur cellar Kanaan dating 3700 tahun dalam penggelolaan canggih menggunakan madu, minyak cedar, Cyperus, juniper, resin storax, resin beringin dan mungkin mint, murad dan kayu manis.

Bartender membawa gelas antik dari ruang bawah tanah dan mencampur dengan madu sebelum pesta di bangunan lain. Perjamuan elite memamerkan kekuasaan dan prestise. Raja Kanaan menyajikan komoditas anggur mahal.

Selama Zaman Perunggu Tengah (1900-1600 SM) di Galilea Barat sejauh 5 km sebelah timur Nahariya pusat pemukiman Kanaan dengan istana kerajaan seluas 6.000 m2 menjadi istana terbesar Perunggu Tengah yang ditarik sejauh Israel.

Penggalian sampel 40 botol anggur premium tersimpan dalam gudang negara di situs Tel Kabri, Israel, pada tahun 2013 menghasilkan temuan beverage spektakuler. Wine cellar megah dibangun 3700 tahun lalu.

"Total volume besar anggur di samping ruang seremonial di mana perjamuan diselenggarakan memberi pemahaman lebih besar ekonomi Kanaan," kata Andrew Koh, kimiawan Brandeis University di Massachusetts.

"2.000 liter atau setara 3.000 botol anggur modern mungkin tampak banyak, tapi tidak cukup untuk distribusi luas, mungkin sebagai cadangan pribadi penguasa dan keluarganya," kata Koh.

Kromatografi dan spektrometri massa menganalisis 40 botol anggur. Sejumlah bahan membutuhkan pemahaman canggih tanaman herbal untuk menghasilkan minuman kompleks dalam ekonomi dan politik yang kompleks.
Characterizing a Middle Bronze Palatial Wine Cellar from Tel Kabri, Israel

Andrew J. Koh1 et al.
  1. Departments of Classical Studies and Chemistry, Brandeis University, Waltham, Massachusetts, United States of America
PLoS ONE, August 27, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0106406

Gambar: A. J. Koh et.al., DOI:10.1371/journal.pone.0106406

Comments

Popular

Gambar Tiga Dimensi Struktur Detail Virus Zika Resmi Terbit

An Evolutionarily-conserved Wnt3/β-catenin/Sp5 Feedback Loop Restricts Head Organizer Activity in Hydra

Teori Panspermia, Distribusi Kehidupan Seperti Epidemi

Alat Batu Di Sulawesi Cahaya Homo floresiensis Berasal

Genom Komplit Menghidupkan Kembali Mammoth Woolly