Skip to main content

Konsentrator Pemanen Energi Matahari Transparan

LaporanPenelitian.com - Energi surya yang tidak menghalangi pandangan, konsentrator bendi ditempatkan di atas jendela menciptakan energi surya sementara Anda benar-benar dapat melihat panorama burung dan pepohonan.

Teknologi optik surya luminescent transparan tak lama lagi berfungsi sekaligus jendela bangunan, sunroof mobil atau pesawat terbang, ponsel touch screen dan perangkat lain yang memiliki permukaan jelas tanpa Anda menyadarinya.

"Itu membuat lingkungan sangat berwarna-warni seperti bekerja di sebuah disko. Kami mengambil pendekatan lapisan luminescent aktif itu sendiri transparan," kata Richard Lunt, kimiawan Michigan State University.

Sistem pemanenan surya menggunakan molekul organik kecil untuk menyerap panjang gelombang nonvisible sinar matahari. Bersinar, cahaya inframerah diarahkan ke tepi plastik yang mengubah listrik dengan strip tipis sel surya fotovoltaik.

"Kita bisa menyetel material untuk mengambil hanya ultraviolet dan panjang gelombang inframerah dekat yang kemudian 'glow' pada panjang gelombang lain dalam inframerah," kata Lunt.

"Karena bahan tidak menyerap atau memancarkan cahaya dalam spektrum terlihat, mereka terlihat sangat transparan untuk mata manusia. Ini membuka banyak daerah untuk menyebarkan energi matahari dengan cara non-intrusif," kata Lunt.
Light Harvesting: Near-Infrared Harvesting Transparent Luminescent Solar Concentrators (Advanced Optical Materials 7/2014)

Yimu Zhao1 et al.
  1. Department of Chemical Engineering and Materials Science, Michigan State University, East Lansing, MI, USA
Advanced Optical Materials, 15 JUL 2014

Akses : DOI:10.1002/adom.201470040

Gambar 1: Yimu Zhao
Gambar 2: G.L. Kohuth

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.