Skip to main content

Evolusi Independen Orang-Orang Pigmi Afrika

www.LaporanPenelitian.com - Pigmi Afrika mengevolusi tubuh pendek 2 kali. Kecil itu indah, di hutan hujan Afrika orang-orang pemburu-pengumpul bertubuh kecil begitu terbantu bahwa mereka berevolusi berkali-kali dalam kelompok terpisah.

Orang Batwa Uganda menyarankan ukuran kecil respon adaptasi evolusioner atas kehidupan hutan hujan. Tetapi para ilmuwan tidak yakin sejauhmana seleksi alam Darwin bertanggung jawab atas tipe tubuh Pygmy dan berapa kali muncul selama evolusi manusia.

Beberapa usulan hipotesis tubuh kecil seperti respon kelangkaan pangan, ketahanan lebih baik terhadap panas tropis, penghentian pertumbuhan dini sehingga dapat memulai reproduksi cepat atau kombinasi semua variabel tersebut.

Sebuah tim menganalisis DNA 169 orang Pygmy Batwa di Afrika Tengah timur untuk mengidentifikasi variasi genetik yang tampaknya terkait erat ukuran kecil dan tampaknya berada di bawah seleksi alam kuat.

Tapi ketika tim membandingkan genom Batwa dengan 74 orang Pygmy Baka Afrika tengah barat bahwa kedua kelompok memiliki profil genetik sangat berbeda, meskipun mereka sama-sama kecil.

"Ada varian kedua kelompok di daerah-daerah yang terkait tubuh pendek, tetapi tidak ada tumpang tindih di antara mereka," kata Luis Barreiro, genetikawan University of Montreal di Quebec.

Pigmi mengevolusi perawakan secara mandiri, bukan mewarisi "gen kerdil" satu leluhur bahwa perencanaan tubuh pygmy produk evolusi secara independen beberapa kali di Afrika daripada memiliki asal tunggal yang menyebar ke seluruh benua.

Pigmisme menawarkan keuntungan evolusioner yang cenderung hidup eksklusif di hutan hujan lebat. Tanda-tanda kuat hipotesis respon seleksi alam bahwa mereka yang kecil memang khusus untuk hidup di hutan hujan tropis.

"Jika Anda pendek, Anda jauh lebih mudah membungkuk di bawah cabang pohon dan lebih sedikit energi," kata Barreiro.
Adaptive, convergent origins of the pygmy phenotype in African rainforest hunter-gatherers

George H. Perry1 et al.
  1. Departments of Anthropology and Biology, Pennsylvania State University, University Park, PA 16802
Proceedings of the National Academy of Sciences, August 18, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1402875111

Gambar: George Perry/Penn State University

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.