Skip to main content

Sebaran Gen Terkait Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)

www.LaporanPenelitian.com - Distribusi gen yang terlibat dalam gangguan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) bahwa identifikasi penanda genetik yang mungkin mendukung terapi trauma dengan menyuntuk hormon steroid.

Kebanyakan orang bertahap pulih dari trauma, tetapi sebagian kecil individu mengembangkan gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Para ilmuwan mencari dasar-dasar respon ekstrim situasi traumatis seperti perang, kecelakaan dan bencana alam.

Sebuah tim mencoba pendekatan lebih halus untuk memperoleh berbagai respon individu pada tikus lebih dekat variabilitas respon manusia terhadap peristiwa. Laporan baru mengidentifikasi 334 gen terlibat dalam kerentanan PTSD.

"Kami ingin menangkap perbedaan individu yang rentan dan tidak rentan dari pengalaman yang sama," kata Nikolaos Daskalakis, neuroendokrinolog Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York.

Sekitar 100 tikus dipapar kotoran kucing. Sekitar seperempat mengembangkan responden ekstrim dengan tingkat kecemasan tinggi. Seperempat lainnya mengembangkan respon minimal dan tingkat kecemasan sama dengan tikus non-terpapar.

Daskalakis menggunakan teknologi microarray DNA untuk layar 22.000 gen dalam sampel darah dan amigdala dan hipokampus. Seluruh jaringan yang berbeda menunjukkan 86-334 gen membuat perubahan tingkat ekspresi untuk respon ekstrim atau minimal.

Pada tingkat genomik, keseimbangan 2 sistem stres-respon yang berbeda mungkin mengontrol kerentanan individu. Ekspresi gen yang terkait kerentanan trauma dan ketahanan diatur oleh 73 faktor transkripsi atau seperempat dari signaling reseptor glukokortikoid.

Daskalakis lebih jauh menguji hipotesis dengan menyuntik kortikosteron 1 jam setelah paparan trauma. Tujuh hari kemudian, tikus menunjukkan penurunan efek. Tim juga menyelidiki pasien di rumah sakit dengan menguji apakah PTSD dapat dicegah dengan kortisol beberapa jam setelah trauma.


Expression profiling associates blood and brain glucocorticoid receptor signaling with trauma-related individual differences in both sexes

Nikolaos P. Daskalakis et al.

Proceedings of the National Academy of Sciences, August 11, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1401660111

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.