Skip to main content

Kehidupan di Lereng Gunung Bawah Laut

Laporan Penelitian - Gunung laut dalam penuh dengan kehidupan. Seribu meter lebih di bawah gelombang laut, gunung bawah laut Hebrides Terrace penuh kehidupan yang aneh. Sebuah tim mengirim remote submersible untuk merekam lebih dari 100 spesies.

Robot submersible menyelami laut Atlantik utara sedalam 1.600 meter untuk mengeksplorasi gunung berapi subsea Hebrides Terrace Seamount. Para ilmuwan terkejut menemukan karang hidup alami di air laut korosif oleh pengasaman.

Terumbu karang fragile yang rentan perubahan akibat perubahan iklim. Lebih dari 100 spesies berbeda di lereng curam gunung termasuk beberapa hal yang mengejutkan. Karang bambu hitam, gurita dan bahkan telur meluncur di laut dalam.

"Seperti halnya karang yang membentuk patch karang kecil, kita melihat hal-hal seperti karang hitam dan karang bambu," kata J. Murray Roberts, oceanogafer Heriot-Watt University di UK.

"Ini beberapa survei yang paling menarik yang pernah kita dilakukan di laut. Kami telah menghabiskan hampir satu bulan di laut sebelum mengamati Hebrides Terrace Seamount dan sangat berbeda dari situs lain," kata Roberts.

"Sekarang kita harus kembali ke situs untuk mengetahui bagaimana karang ini bertahan hidup pada kondisi sulit. Sementara itu sangat menjanjikan untuk melihat sebagai salah satu Scotland’s Marine Protected Areas," kata Roberts.




Environmental variability and biodiversity of megabenthos on the Hebrides Terrace Seamount (Northeast Atlantic)

Lea-Anne Henry1 et al.
  1. Centre for Marine Biodiversity, Heriot-Watt University, Edinburgh, EH14 4AS, United Kingdom
Scientific Reports, 07 July 2014

Akses : DOI:10.1038/srep05589

Gambar dan video: Lophelia.org

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.