Skip to main content

Sperma Pembunuh Mencabik Ovarium Caenorhabditis

www.LaporanPenelitian.com - Sperma nematoda senjata perang cinta. Ketika cacing bercampur darah, gamet jantan steril atau bahkan membunuhnya. Nematoda berhubungan seks dengan spesies yang salah, maka sperma menjadi senjata evolusioner.

Berhubungan seksual dengan beda spesies berakibat fatal. Laki-laki kompetitif yang memendam seksual begitu agresif akhirnya membunuh mitra penerima. Strategi terburuk kopling mahkluk kecil cacing tanpa mata dari genus Caenorhabditis.

Seks fatal. Ketika 2 jenis nematoda kawin silang, sperma satu steril atau push sperma jatuh di luar wadah normal kemudian mencabik ovarium dan saluran reproduksi pasangan yang malang, bahkan tongkang di kepala. Kecuali para waria.

Contoh pertama sperma yang menyebabkan kerusakan fisik ke spesies lain. Ketika kawin, sperma Caenorhabditis nigoni masuk ke rongga tubuh Caenorhabditis briggsae. Sperma mengkoyak rahim dan menyebabkan kerusakan parah jaringan.

"Kedua spesies saudara dekat evolusi, namun ketika mereka kawin sangat nakal," kata Eric Haag, biolog University of Maryland di College Park.

Laki-laki dari spesies berbeda selalu berbahaya, tetapi tidak bagi hermaprodit, mungkin karena mereka tidak harus berurusan dengan sperma. Sedangkan pada spesies yang secara teratur kawin, perempuan harus mengevolusi saluran reproduksi untuk mengatasi sperma.

"Seiring waktu hermafrodit menjadi sangat rentan terhadap pertemuan dengan kerabat yang masih melakukannya dengan cara lama," kata Haag.

Belum ada contoh lain di mana sperma melakukan kerusakan. Temuan baru membantu menjelaskan mengapa beberapa spesies tetap terpisah. Menghukum perkawinan lintas spesies menjadi cara evolusioner menjaga eksistensi.
Intense Sperm-Mediated Sexual Conflict Promotes Reproductive Isolation in Caenorhabditis Nematodes

Janice J. Ting1, Gemma Leung1, Na-Ra Shin1, Asher D. Cutter1, Gavin C. Woodruff2, Eric S. Haag2
  1. Department of Ecology and Evolutionary Biology, University of Toronto, Toronto, Ontario, Canada
  2. Department of Biology, University of Maryland, College Park, Maryland, United States of America
PLoS Biology, July 29, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pbio.1001915

Gambar: Gavin Woodruff

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.