Skip to main content

Isi Percakapan Penguin Afrika Spheniscus demersus

Laporan Penelitian - Setelah 104 hari pengamatan cermat tim University of Turin berpikir mereka akhirnya tahu apa yang dibicarakan Penguin Afrika (Spheniscus demersus). Panggilan berbeda untuk mengekspresikan kesepian, marah, lapar atau ekstasi.

Berdasarkan suara dan perilaku koloni 48 Penguin Afrika (Spheniscus demersus) di Zoom Torino zoo, tim mengidentifikasi 6 vokalisasi berbeda digunakan dewasa dan remaja untuk mengekspresikan segala sesuatu yang perlu dikatakan dari kesepian, marah hingga berbagi pengalaman.

"Komunikasi Vocal memungkinkan kita memahami berbagai aspek biologi spesies ini," kata Livio Favaro, biolog University of Turin di Italy.

"Penguin memiliki mekanisme vokal kurang canggih dibandingkan burung pekicau, tetapi mereka memiliki mekanisme sangat canggih untuk mengkode informasi dalam lagu," kata Favaro.

Laporan Favaro dan rekan disertai satu set video. Menonton mereka beberapa kali, membuat Anda pun menjadi fasih bahasa spesies yang terancam punah. Panggilan kontak dipancarkan penguin individu ketika keluar dari pandangan koloni atau pasangan.

Panggilan agonistik sering dipancarkan selama perkelahian atau sebagai peringatan bagi penguin lain untuk menjauh. Burung-burung berdiri dan meregangkan leher mereka ke arah sasaran agresi. Lagu gembira saling dinyanyikan ketika pasangan akhirnya berkumpul.

Panggilan Kontak



Panggilan Agonistik



Lagu Gembira



Lagu Mutual



Erangan Permohonan



Ciapan




The Vocal Repertoire of the African Penguin (Spheniscus demersus): Structure and Function of Calls

Livio Favaro1, Laura Ozella1, Daniela Pessani1
  1. Department of Life Sciences and Systems Biology, University of Turin, Turin, Italy
PLoS ONE, July 30, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0103460

Gambar: Charlesjsharp/Wikimedia Commons
Video: Livio Favaro et al., DOI:10.1371/journal.pone.0103460

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.