Skip to main content

Octomom, Ibu Super Gurita Graneledone boreopacifica

Laporan Penelitian - Octomom mengerami telur-telurnya selama 4,5 tahun. Jika ada penghargaan untuk "mother of the year" dalam kerajaan hewan, Gurita Graneledone boreopacifica sangat berdedikasi di kedalaman gelap dan dingin Samudra Pasifik menjadi pesaing kuat.

Seorang ibu gurita 40 sentimeter berwarna ungu pucat di lepas pantai tengah California di lantai canyon 1400 meter di bawah permukaan dalam suhu -3C menghabiskan 4,5 tahun menjaga 160 telur lonjong seukuran anggur dari predator ikan, kepiting dan segala macam makhluk pemakan telur.

"Ini mungkin tampak jahat bagi kita, tapi itu rumah mereka," kata Bruce Robison, ekolog Monterey Bay Aquarium Research Institute di Moss Landing, California.

Rekor baru muncul dari laut dalam. Pada April 2007 Robison dan rekan mengirim kendaraan remote dan melihat gurita menempel di singkapan batu. Satu bulan kemudian tim melihat gurita yang sama bersama telur-telur. Para peneliti kembali ke situs dengan total 18 kunjungan.

"Dia juga menjaga telur bebas dari sedimen dan ventilasi di antara mereka untuk pertukaran oksigen," kata Robison.

Gurita Graneledone boreopacifica adalah Ibu Super. Kebanyakan gurita berbaring hanya dengan 1 telur dan tanpa makan apapun. Selama periode merenung, ibu gurita fokus secara eksklusif pada kesejahteraan telur. Ketika telur menetas, ibu mati. Naluri keibuan terpanjang dari hewan apapun.




Deep-Sea Octopus (Graneledone boreopacifica) Conducts the Longest-Known Egg-Brooding Period of Any Animal

Bruce Robison1 et al.
  1. Research Division, Monterey Bay Aquarium Research Institute, Moss Landing, California, United States of America
PLoS ONE, July 30, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0103437

Gambar dan video: MBARI

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.