Skip to main content

Nenek Moyang Makan Teki Ungu Melawan Sakit Gigi

Laporan Penelitian - Penduduk awal mungkin makan gulma untuk melawan rongga gigi. Selama ribuan tahun, orang di Sudan tengah makan Rumput Teki. Hari ini kita menyiram herbisida untuk gulma, tetapi bagi manusia kuno tanaman ini karbohidrat pokok dan sial gigi.

Antropologi sakit gigi mendapat konteks sebuah wahyu berupa gizi setelah tim peneliti menganalisis kimia kalsifikasi derita plak gigi berlubang kuno dari kerangka di sebuah kuburan multi-periode yang digunakan untuk setidaknya 7.000 tahun.

Rentang waktu penting karena periode pra-pertanian ketika manusia berpindah profesi dari pemburu dan pengumpul ke fajar pertanian. Nenek moyang mungkin telah membuktikan Teki Ungu (Cyperus rotundus) dan hari ini umumnya dikenal sebagai rumput kacang dengan sifat obat.

Tanaman melawan bakteri Streptococcus mutans penyebab kerusakan gigi. Karen Hardy, arkeolog Universitat Autònoma de Barcelona di Spain, dan rekan mendapati kerangka di Sudan tengah memiliki jumlah gigi berlubang tiba-tiba rendah.

"Kami tidak tahu banyak. Ini pekerjaan yang sangat baru. Tapi kami berharap para biolog mengembangkan sehingga dapat memiliki gagasan lebih baik apakah teori ini benar," kata Hardy.

"Tanpa pertanyaan, Teki Ungu adalah temuan mengejutkan dan menarik. Hari ini kita menggunakan ini sebagai pakan ternak," kata Hardy.

Ketika Anda sakit gigi kambuh deritanya luar biasa bagai kiamat. Bahkan jika kita tidak kembali mengunyah Teki Ungu, laporan baru memberi pergeseran dalam pemahaman antropolog orang-orang pra-pertanian.

Lebih jauh bahwa dari paleolitik pemakan daging menginspirasi rencana diet modern. Nenek moyang mungkin telah menghargai dan memahami tanaman jauh sebelum mereka tahu bagaimana cara untuk membudidayakannya.
Dental Calculus Reveals Unique Insights into Food Items, Cooking and Plant Processing in Prehistoric Central Sudan

Stephen Buckley1 et al.
  1. BioArCh, University of York, York, United Kingdom
PLoS ONE, July 16, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0100808

Gambar 1: Donatella Usai/Centro Studi Sudanesi dan Sub-Sahariani
Gambar 2: Luigi Rignanese via EOL

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.