Skip to main content

Ketika Simpanse Pan troglodytes Menyalin Budaya

Laporan Penelitian - Rumput di telinga menetapkan tren baru etiket simpanse bahwa budaya spontan menyalin perilaku serta merta. Pan troglodytes adalah peniru dan dalam proses membentuk tradisi baru yang umumnya khusus untuk satu kelompok tertentu.

Pengamatan lebih dari 700 jam rekaman video memahami bahwa salah satu simpanse memasang sepotong rumput di telinganya dan memulai sebuah tren baru, kemudian simpanse yang lain-lain segera mengikutinya sebagai budaya kelompok.

Pada tahun 2010, Edwin van Leeuwen, psikolingusian Max Planck Institute for Psycholinguistics di Nijmegen, Belanda, dan rekan pertama kali melihat bagaimana simpanse perempuan bernama Julie berulang kali menempatkan rumput tanpa alasan yang jelas pada satu atau kedua telinganya.

Julie memasang ketika berdandan, bermain atau beristirahat di Chimfunshi Wildlife Orphanage Trust sanctuary di Zambia. Pada kunjungan berikutnya, van Leeuwen melihat simpanse lain dalam kelompoknya sudah mulai melakukan hal yang sama.

Teori pembelajaran sosial berfirman proses salin menyalin perilaku dilakukan dalam proses pengamatan antar individu. Ada 8 dari 12 simpanse dalam kelompok Julie berulang kali melakukan. Anaknya, Jack, pertama kali meniru kemudian diikuti Kathy, Miracle dan Val yang saling berinteraksi secara teratur.

Setidaknya 2 dari simpanse menaruh rumput di telinga mereka pada waktu yang sama. Menariknya, simpanse Kathy dan Val terus melakukan kebiasaan tersebut bahkan setelah Julie, penemu asli dari perilaku tersebut, telah meninggal.

Tidak ada yang acak tentang simpanse individual menempel rumput ke telinga. Mereka spontan menyalin perilaku sewenang-wenang dari anggota kelompok yang sama. Simpanse memiliki kecenderungan belajar dari satu sama lain dengan jelas.

"Fakta bahwa perilaku ini bisa sewenang-wenang dan menetap sebagai potensi budaya baru," kata van Leeuwen.




Edwin J. C. van Leeuwen (Max Planck Institute for Psycholinguistics, Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, PO Box 310, 6500 AH, Nijmegen, The Netherlands) et al., A group-specific arbitrary tradition in chimpanzees (Pan troglodytes). Animal Cognition, June 2014, DOI:10.1007/s10071-014-0766-8
Gambar: Springer Science+Business Media
Video: Edwin J. C. van Leeuwen et al., DOI:10.1007/s10071-014-0766-8

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.