Skip to main content

Erupsi Volkanik Tak Membuat Orang Tergerak Pindah

Penelitian - Letusan volkanik tak akan membuat orang bergerak. Ketika Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta, dahsyat meludah abu, material batu dan awan panas, orang-orang yang hidup di desa terdekat bersikukuh tidak mau menghuni di tempat baru yang lebih aman.

Gunung Kelud meletus pada bulan Februari lalu, desa terdekat diselimuti abu dan kerikil, rumah penduduk roboh, pertanian dan ternak mati. Diperkirakan 100.000 orang meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi yang mengisi berita dengan gambar orang-orang di barak penampungan.

Tapi ketika datang untuk keputusan pindah secara permanen, bencana alam seperti ini tidak lebih penting dibanding dampak perubahan kurang dramatis iklim lokal dan cuaca. Laporan baru menunjukkan variabel keputusan pindah secara permanen antar propinsi Indonesia adalah perubahan suhu dan curah hujan tahunan.

Beberapa laporan sebelumnya meneliti efek perubahan suhu, variasi curah hujan dan bencana alam secara individual pada migrasi, tetapi para ilmuwan tidak pernah berhasil secara akurat membandingkan efek setiap variabel ini karena kesulitan memisahkan efek dari masing-masing variabel.

Terlebih lagi banyak penelitian mengumpulkan data hanya untuk waktu singkat dan tidak melacak orang setelah mereka pindah sehingga mustahil menentukan apakah para pengungsi tinggal di rumah baru secara permanen atau kembali setelah beberapa bulan atau tahun.

Tim Princeton University, University of California Berkeley dan National Bureau of Economic Research di Cambridge, Massachusetts, melihat migrasi antar propinsi di Indonesia yang memiliki penduduk lebih dari 250 juta dan sebagian besar tinggal di dekat pantai.

Indonesia menempati risiko ekstrim perubahan pola cuaca global dan naiknya permukaan air laut akibat dampak perubahan iklim. Selain itu batas lempeng menghadapkan penduduk kepada gempa Bumi, letusan gunung berapi dan ancaman tsunami setiap waktu.

Untungnya data Indonesia lebih lengkap daripada kebanyakan negara berkembang. Indonesia Family Life Survey yang dilakukan RAND Corporation berbasis di Santa Monica, California, berikut lebih 7000 keluarga dari 13 provinsi paling padat penduduk tercatata setiap beberapa tahun.
Nonlinear permanent migration response to climatic variations but minimal response to disasters

Pratikshya Bohra-Mishra1,2 et al.
  1. Woodrow Wilson School of Public and International Affairs, Program in Science, Technology and Environmental Policy, and
  2. Department of Geosciences, Princeton University, Princeton, NJ 08544
Proceedings of the National Academy of Sciences, June 23, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1317166111

Gambar: AAP

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.