Skip to main content

Fitur Sintetis Organisme Hidup Tanpa Modifikasi Genetik

LaporanPenelitian.com - Rekayasa genetika memungkinkan penyisipan atau penghapusan gen untuk mengontrol karakteristik dan perilaku organisme. Tapi memiliki kekurangan termasuk kesulitan dalam sistem dan konsekuensi jangka panjang ekosistem.

Laporan baru menunjukkan pengendalian organisme pada tingkat sel tidak selalu memerlukan modifikasi genetik. Perilaku Escherichia coli dapat dikontrol dengan membangun sel-sel buatan dengan molekul dan kemudian melepaskan molekul berbeda.

Di satu sisi, sel-sel buatan bertindak sebagai penerjemah dengan mengubah sinyal tidak dikenal ke dalam bahasa kimia yang dimengerti organisme. Sinyal yang sudah diterjemahkan kemudian berpotensi memicu respons yang dikontrol di dalam organisme.

"Menurut saya, makna terbesar semua ini untuk menunjukkan bahwa ada lebih dari satu cara dalam melakukan biologi sintetik," kata Sheref Mansy, biokimiawan University of Trento di Italia.

Mansy dan rekan membangun sel-sel buatan mengandung vesikel khusus berisi beberapa komponen biologis termasuk materi kimia dimana E. coli dapat merasakan isopropyl b-D-1 thiogalactopyranoside (IPTG) dan DNA pengkode respon stimulus eksternal yaitu molekul theophylline.

Meskipun E. coli tidak merespon teofilin sendiri, sel-sel buatan efektif memperluas indra bakteri yang memungkinkan langsung menanggapi teofilin dengan menerjemahkan pesan kimia. Dengan cara ini, perilaku selular E. coli dapat dikontrol tanpa perlu rekayasa genetika.

Strategi baru dapat mengatasi kelemahan rekayasa genetika termasuk kesulitan teknis dan efek samping yang tidak diinginkan. Sel-sel buatan berperan dalam mengontrol perilaku selular, salah satu aplikasi menggunakan bakteri untuk mencari dan membersihkan kontaminan lingkungan.

Sel-sel buatan juga dapat digunakan untuk aplikasi medis seperti menghancurkan tumor dan infeksi bakteri. Sel buatan dibangun untuk mendeteksi keberadaan biofilm tertentu dan kemudian melepaskan molekul kecil untuk membubarkan dan membersihkan infeksi.

Strategi yang sama juga bisa digunakan untuk proses efisiensi pencernaakan dan asupan gizi dengan menggantikan probiotik dalam makanan dan suplemen dengan sel buatan yang berkomunikasi langsung dengan mikrobiota usus untuk mencegah penyakit.

"Kami ingin membuat sel-sel buatan lebih kuat sehingga dapat bertahan hidup dalam kondisi lebih keras dan bervariasi. Pada akhirnya sel-sel buatan dapat berfungsi dalam hewan atau lingkungan," kata Mansy.
Integrating artificial with natural cells to translate chemical messages that direct E. coli behaviour

Roberta Lentini1 et al.
  1. CIBIO, University of Trento, via delle Regole 101, 38123 Mattarello (TN), Italy
Nature Communications, 30 May 2014

Akses : DOI:10.1038/ncomms5012
Gambar: Nature

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …