Skip to main content

Mutasi Genetik Saklar On/Off Biologi Kuantum Alga

www.LaporanPenelitian.com - Biologi kuantum alga berkembang dengan on/off koherensi. Ganggang bertahan hidup pada tingkat sangat rendah cahaya dengan menghidupkan dan mematikan sebuah fenomena kuantum aneh yang terjadi selama fotosintesis.

Efek kuantum koherensi tetap menjadi misteri, tapi membantu genus Hemiselmis memanen energi dari Matahari jauh lebih efisien yang mengairahkan para peneliti membangun sel surya organik hingga perangkat elektronik berbasis kuantum.

Subjek biologi kuantum dengan bukti yang berkembang bahwa fenomena kuantum dapat ditonton langsung beroperasi di alam, bukan hanya di laboratorium dan bahkan menjelaskan bagaimana burung dapat menavigasi menggunakan medan magnet Bumi.

"Kami mempelajari ganggang kecil bersel tunggal cryptophytes yang hidup di dasar kolam air atau di bawah es tebal di mana sangat sedikit cahaya," kata Paul Curmi, fisikawan The University of New South Wales di Sydney.

"Kebanyakan cryptophytes memiliki sistem panen cahaya di mana koherensi kuantum hadir. Tapi kami menemukan kelas cryptophytes telah dinonaktifkan karena mutasi genetik yang mengubah bentuk protein pemanen cahaya," kata Curmi.

Dalam dunia aneh fisika kuantum, sebuah sistem koheren dengan semua gelombang kuantum dalam langkah satu sama lain eksis di banyak kondisi yang berbeda secara bersamaan atau superposisi. Fenomena ini biasanya hanya diamati di bawah kondisi laboratorium terkontrol.

Pada tahun 2010 Curmi dan tim terkejut ketika menemukan transfer energi antar molekul dalam sistem pemanenan cahaya dari 2 spesies yang berbeda cryptophyte adalah koheren. Efek yang sama ditemukan pada bakteri belerang hijau yang juga bertahan dalam cahaya sangat rendah.

Kristalografi X-ray bekerja di luar kompleks struktur kristal panen cahaya pada 3 spesies cryptophytes menunjukkan 2 mutasi genetik menyebabkan masuknya asam amino tambahan yang mengubah struktur kompleks protein yang mengganggu koherensi.

"Cryptophytes mengevolusi saklar genetik dengan elegan namun kuat untuk mengontrol koherensi dan mengubah mekanisme untuk pemanenan cahaya," kata Curmi.
Single-residue insertion switches the quaternary structure and exciton states of cryptophyte light-harvesting proteins

Stephen J. Harrop1 et al.
  1. School of Physics, The University of New South Wales, Sydney, NSW 2052, Australia
Proceedings of the National Academy of Sciences, June 16, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1402538111

Gambar: CSIRO

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.