Skip to main content

Uji Klinis Pankreas Bionik Diabetes Tipe 1

LaporanPenelitian.com - Bionic pancreas memastikan janji setelah uji klinis untuk membebaskan manusia dari belenggu diabetes. Tes 5 hari Pankreas Bionik pada orang dewasa dan remaja dengan Diabetes Tipe 1 menguatkan temuan sebelumnya bahwa devices mengontrol kadar glukosa darah tanpa suntikan insulin.

Sebuah perangkat gadget mencakup monitor glukosa yang menempel pada kulit untuk melacak gula darah dan mengirimkan data ke smartphone, kemudian ponsel pintar mengarahkan pompa insulin untuk menyuntik hormon atau rekan glukagon ketika diperlukan.

Edward Damiano, bioteknolog Boston University, dan tim membangun perangkat bertindak otomatis merasakan kebutuhan atau menambah insulin untuk menjaga glukosa darah di bawah kontrol tanpa pemakainya perlu berpikir tentang hal ini, tim mempresentasikan saat pertemuan American Diabetes Association di San Francisco.

Diabetes tipe 1 terjadi ketika sel-sel beta islet di pankreas untuk menjaga insulin pada level normal tidak berfungsi. Insulin juga memungkinkan glukosa memasuki sel tubuh sebagai sumber energi. Ketidakseimbangan gula darah juga membuat darah jenuh glukosa yang menyebabkan kerusakan jaringan dan berakhir kematian.

"Perangkat melampaui harapan kami, bekerja dengan baik mengendalikan gula darah. Mereka mendapat sekilas kehidupan tanpa diabetes," kata Damiano.

Pankreas buatan melewati uji klinis berbasis rumah sakit pada tahun 2010, tapi Damiano menguji pada 20 orang dewasa menginap di sebuah hotel selama 5 hari dan 32 remaja juga dipantau selama 5 hari di sebuah kamp musim panas khusus anak-anak dengan diabetes.

Teknologi baru memiliki dampak emosional luar biasa pada peserta uji. Dalam banyak kasus para peserta enggan mengembalikan perangkat. Damiano dan tim berharap serangkaian uji coba lagi untuk meletakkan jalan perangkat disetujui US Food and Drug Administration.

"Saya pergi ke Starbucks dan makan pisang untuk sarapan tanpa takut," kata Anna Floreen, salah satu peserta uji klinis berbagi pengalamannya.
Outpatient Glycemic Control with a Bionic Pancreas in Type 1 Diabetes

Steven J. Russell, M.D., Ph.D., Firas H. El-Khatib, Ph.D., Manasi Sinha, M.D., M.P.H., Kendra L. Magyar, M.S.N., N.P., Katherine McKeon, M.Eng., Laura G. Goergen, B.S.N., R.N., Courtney Balliro, B.S.N, R.N., Mallory A. Hillard, B.S., David M. Nathan, M.D., and Edward R. Damiano, Ph.D.

New England Journal of Medicine, June 15, 2014

Akses : DOI:10.1056/NEJMoa1314474

Comments

  1. Good information....i'l be waiting that goodnews to improve my life

    ReplyDelete
  2. Good information....i'l be waiting that goodnews to improve my life

    ReplyDelete

Post a Comment

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.