Skip to main content

Perluasan Limit Kehidupan Dalam Konteks Exoplanet

www.LaporanPenelitian.com - NASA memperluas daftar kemungkinan kelayakhunian dunia lain. Christopher McKay, astronom NASA yang berbasis di Ames Research Center, menyusun daftar revisi kemungkinan planet atau objek lain yang layak untuk dihuni.

Sebuah perluasan limitasi kehidupan dalam konteks exoplanet dengan cara-cara yang bisa mungkin hidup di tempat ekstrim, Lunar atau bahkan asteroid. Berbagai eksperimen bahwa kehidupan bisa muncul di bawah kondisi lingkungan yang sebelumnya dianggap tidak mungkin.

Tampaknya logis definisi kondisi yang mungkin untuk kehidupan di tempat lain harus diperluas juga. Tidak semua bentuk kehidupan memerlukan persyaratan yang sama seperti sebagian besar kehidupan di Bumi, beberapa dapat bertahan atau bahkan berkembang dalam kondisi sangat ekstrim.

Beberapa mikroorganisme ditemukan hidup di lingkungan yang konsisten di bawah titik beku atau jauh di atas titik didih sehingga tidak masuk akal jika para ilmuwan menyingkirkan suatu kandidat planet layak huni hanya karena terlalu dingin atau terlalu panas.

Juga tidak semua bentuk kehidupan harus membutuhkan air terlalu banyak. Beberapa ganggang ditemukan hidup di dalam batu yang tidak berbeda dengan kuantitas kandungan air yang terperangkap dalam batuan di Lunar bahwa kehidupan asing bisa lebih ekstrim.

Cahaya atau bentuk lain sumber energi mungkin juga telah dilebih-lebihkan. Makhluk ditemukan hidup di laut pada kedalaman hampir melampaui dimana sinar Matahari tidak dapat menembus. Beberapa planet telah salah dikecualikan sebagai pemegang kehidupan hanya karena terlalu jauh dari bintang host.

Ada juga masalah radiasi dimana manusia dan mikroba dapat bertahan hidup di dalam reaktor nuklir. Begitupun oksigen bahwa beberapa bentuk kehidupan seperti bakteri yang hidup di dalam tanah. Nitrogen, di sisi lain tampaknya jauh lebih penting.
Requirements and limits for life in the context of exoplanets

Christopher P. McKay1
  1. Space Science Division, National Aeronautics and Space Administration Ames Research Center, Moffett Field, CA 94035
Proceedings of the National Academy of Sciences, June 9, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1304212111

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …