Skip to main content

Telur 3D Pterosaurus Hamipterus tianshanensis

Laporan Penelitian - Telur Pterosaurus terawetkan mengisyaratkan kehidupan sosial reptil, fosil 3-D yang ditemukan di China menunjukkan reptil terbang bertelur bersama-sama. Sedimen menyimpan novel bahwa koloni meninggal dalam badai besar Cretaceous Awal 120 juta tahun lalu.

Sebuah kuburan kolosal telur dan tulang spesies baru reptil terbang Hamipterus tianshanensis mungkin bersarang dalam kelompok. Celah-celah menjawab pertanyaan lama tentang kehidupan elegan Pterosaurus apakah hewan berkumpul bersama-sama atau terbang solo.

Kerangka rapuh Pterosaurus menghasilkan temuan tangguh bahkan fosil telur dalam catatan sangat langka. Di barat laut China, Xiaolin Wang, paleontolog Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology, Chinese Academy of Sciences di Beijing, dan rekan menggali 40 Pterosaurus individu. Makhluk berkepala sempit tapi keras dengan fitur Mohawk.

"Paling menarik ketika menemukan banyak Pterosaurus jantan dan betina dan telurnya terawetkan bersama-sama. Lima fosil 3D telur dan beberapa benar-benar lengkap," kata Xiaolin.

Dalam berbagai hal telur tipis dan lentur dengan cangkang berkapur di luar dan lembut, membran tebal di dalam mirip telur beberapa ular modern. Kombinasi banyak Pterosaurus dan telur sangat menunjukkan adanya sebuah situs bersarang di dekatnya bahwa mereka mengembangkan perilaku suka berteman.

Hamipterus tianshanensis mungkin mengubur telur di pasir sepanjang pantai danau kuno untuk mencegah kekeringan. Sementara fosil baru menjelaskan strategi reproduksi, pengembangan dan perilaku pterosaurus, masih banyak misteri tersisa dalam catatan reptil terbang bergigi gergaji.
Xiaolin Wang (Key Laboratory of Vertebrate Evolution and Human Origins, Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology, Chinese Academy of Sciences, PO Box 643, Beijing 100044, China) et al. Sexually Dimorphic Tridimensionally Preserved Pterosaurs and Their Eggs from China. Current Biology, DOI:10.1016/j.cub.2014.04.054
Gambar: Chuang Zhao

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …