Skip to main content

Petunjuk Wol Dari Genom Domba Bulu Ovis aries

www.LaporanPenelitian.com - Selama ribuan tahun manusia mendomestikasi domba dan sekarang para peneliti menemukan gen yang membuat mereka mencetak wol dari genom domba. Satu langkah penting bioteknologi masa depan hewan ternak untuk daging, susu dan wol.

Ruminansia seperti Domba Bulu (Ovis aries), kambing dan sapi menjadi herbivora dominan di planet Bumi sejak 60 juta tahun lalu ketika iklim mendingin yang menghasilkan perluasan padang rumput yang sulit dicerna dan rendah nutrisi.

Rahasia sukses adalah rumen, bagian khusus dari sistem pencernaan menggunakan bakteri untuk membantu efisiensi mengubah rumput kering menjadi protein berkualitas tinggi. Manusia mengeksploitasi ruminansia untuk mengubah lahan buruk menjadi sesuatu yang lebih berharga.

"Itulah mengapa herbivora yang telah dijinakkan adalah ruminansia," kata Brian Dalrymple dari CSIRO Animal, Food and Health Sciences di Australia.

Rumen merupakan organ di dalam dinding terbuat dari protein disebut keratin yang hadir dalam kuku, rambut dan kulit. Rumen menjadi sulit untuk menangani abrasive silika serat rumput dan melindungi diri terhadap bakteri yang dikandungnya.

"Permukaan rumen seperti kulit tetapi di bagian dalam hewan," kata Dalrymple.

Dalrymple dan rekan sequensing genom Ovis aries jantan dan betina dari jenis Texel yang penting untuk daging. Banyak ekspresi gen dalam kulit juga dinyatakan dalam rumen. Gen khusus lainnya terlibat dalam silang keratin secara eksklusif disajikan dalam rumen.

"Hipotesis kami adalah salah satu alasan penyebab mengapa domba wol," kata Dalrymple.

Gen kemungkinan terlibat dalam produksi lanolin serta mensintesis wol itu sendiri. Set gen yang mengatur rambut pada manusia dan domba sedikit berbeda, namun kedua set menghasilkan rambut melengkung dan zat berminyak untuk pelindung.
Yu Jiang (State Key Laboratory of Genetic Resources and Evolution, Kunming Institute of Zoology, Chinese Academy of Sciences, Kunming 650223, China; Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation Animal Food and Health Sciences, St Lucia, QLD 4067, Australia; College of Animal Science and Technology, Northwest A&F University, Yangling 712100, China) et al. The sheep genome illuminates biology of the rumen and lipid metabolism. Science, 6 June 2014: Vol. 344 no. 6188 pp. 1168-1173,
DOI:10.1126/science.1252806
Gambar: Kay Aitchison, Royal (Dick) School of Veterinary Studies, University of Edinburgh

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.