Skip to main content

Kepler-10c Mengisi Kontinum Exoplanet Mega-Bumi

Laporan Penelitian - Duduk di galaksi jauh adalah exoplanet seukuran Bumi dan super-Bumi, tapi sekarang setidaknya ada satu konfirmasi mega-Bumi. Berat 17 kali lipat Bumi, planet ekstrasurya yang baru ditemukan, Kepler-10c, terlalu besar sebagai super-Bumi dan terlalu berbatu sebagai Jupiter.

Kepler-10c terselip pada jarak 560 tahun cahaya di konstelasi Draco menentang gagasan astronom tentang pembentukan planet dan pengamatan lain menunjukkan bukan satu-satunya mega-Bumi di luar sana. Planet sangat tidak biasa dan mustahil ke dalam merek kelas exoplanet yang ada.

"Semakin banyak kita menemukan planet di luar Tata Surya, semakin kita terkejut keragaman dunia baru," kata Xavier Dumusque, astronom Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts.

Sebuah lompatan mengisi kesenjangan kontinum exoplanet. Ditemukan teleskop ruang NASA Kepler pada tahun 2011, planet mengorbit bintang pada radius 2 kali lipat Bumi-Matahari. Para ilmuwan menggap versi menyusut planet gas Neptunus dengan seukuran 4 kali Bumi.

Dumusque dan rekan menggunakan teleskop HARPS-N di Kepulauan Canary untuk menjabarkan massa Kepler-10c. Berat 17 kali Bumi tapi bermassa massa jauh lebih kecil dari raksasa Neptunus. Sebuah dunia yang sangat padat, dunia berbatu.

"Semua model pembentukan planet yang ada tidak memprediksi jenis planet dan itu sebabnya kita tidak bisa percaya hasil di awal," kata Dumusque yang mempresentasikan temuan saat American Astronomical Society meeting di Boston pekan ini.
The Kepler-10 planetary system revisited by HARPS-N: A hot rocky world and a solid Neptune-mass planet

Xavier Dumusque, Aldo S. Bonomo, Raphaelle D. Haywood, Luca Malavolta, Damien Segransan, Lars A. Buchhave, Andrew Collier Cameron, David W. Latham, Emilio Molinari, Francesco Pepe, Stephane Udry, David Charbonneau, Rosario Cosentino, Courtney D. Dressing, Pedro Figueira, Aldo F. M. Fiorenzano, Sara Gettel, Avet Harutyunyan, Keith Horne, Mercedes Lopez-Morales, Christophe Lovis, Michel Mayor, Giusi Micela, Fatemeh Motalebi, Valerio Nascimbeni, David F. Phillips, Giampaolo Piotto, Don Pollacco, Didier Queloz, Ken Rice, Dimitar Sasselov, Alessandro Sozzetti, Andrew Szentgyorgyi, Chris Watson

arXiv (Submitted on 30 May 2014)

Akses : arXiv:1405.7881

Gambar: David A. Aguilar/Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.