Skip to main content

Otot Manusia Berevolusi Lebih Dibanding Otak

www.LaporanPenelitian.com - Otot manusia mungkin berevolusi lebih dibanding otak. Textbook menyatakan bahwa otak membuat manusia menjadikan spesies unik, tapi laporan baru menunjukkan otot manusia mungkin berevolusi bahkan lebih dari otak dibanding primata lain.

Otak besar membuat manusia sebagai hewan paling canggih di planet Bumi. Tetapi agar berfungsi membutuhkan banyak energi. Manusia harus membayar harga mahal untuk menjadi cerdas bahwa selama evolusi, manusia semakin lemah dibandingkan primata lain.

Pada volume rata-rata 1.400 sentimeter kubik, otak manusia 3 kali lebih besar dari saudara sepupu evolusi hidup terdekat simpanse. Sementara para peneliti berdebat mengapa begitu besar, otak manusia menghabiskan 20% energi ketika sedang beristirahat atau 2 kali lipat dari primata lain.

Manusia dan tikus bercabang 130 juta tahun lalu sedangkan manusia dan monyet 45 juta tahun lalu dengan metabolome berevolusi 4 kali lebih cepat dibandingkan simpanse sekitar 6 juta tahun sejak garis manusia dan simpanse berpisah. Tapi perbedaan genetik hanya sekitar 2%.

Kecepatan adalah salah satu kunci kemenangan evolusioner. Metabolome gula, vitamin, asam amino dan neurotransmitter otak manusia berkembang 4 kali lebih cepat dari otak simpanse. Tapi laporan baru mengejutkan bahwa otot manusia berubah 8 kali dari otot simpanse. Otot lebih cepat dibanding otak.

"Ini perubahan agak drastis baik bagi otak dan otot. Tentu saja otot harus sama, tapi ternyata lebih dramatis," kata Philipp Khaitovich, biolog CAS-MPG Partner Institute for Computational Biology di Shanghai.

Khaitovich dan tim internasional menganalisis lebih dari 10.000 metabolit berbeda dalam jaringan 4 spesies yaitu manusia, simpanse, monyet macaque dan tikus. Sementara sebagian besar jaringan mengikuti pola sama seperti perubahan genom, jaringan otot tidak.

Khaitovich mengatakan temuan baru hanyalah puncak gunung es dalam studi metabolome evolusi. Genom telah lama menjadi fokus perbedaan evolusi pada manusia, tetapi hanya beberapa perubahan genetik yang bertanggung jawab membuat manusia unik.




Exceptional Evolutionary Divergence of Human Muscle and Brain Metabolomes Parallels Human Cognitive and Physical Uniqueness

Katarzyna Bozek1,2 et al.
  1. CAS Key Laboratory of Computational Biology, CAS-MPG Partner Institute for Computational Biology, Shanghai, China
  2. Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Leipzig, Germany
PLOS Biology, May 27, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pbio.1001871

Gambar dan video: K. Bozek et al., DOI:10.1371/journal.pbio.1001871

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.