Skip to main content

Asteroid Cepat Memicu Dingin K-T Dinosaurus

www.LaporanPenelitian.com - Suhu laut turun 2 derajat pasca Cretaceous-Tertiary (K-T) boundary. Asteroid cepat memacu dingin yang merobohkan dinosaurus, sebuah batu luar angkasa memukul Bumi 66 juta tahun lalu memicu peristiwa berantai yang memusnahkan dinosaurus.

Bukti baru mendukung teori bahwa dampak yang ditimbulkan pendinginan global dalam beberapa bulan dan dekade kemudian mendorong kepunahan massal, asteroid selebar 10 kilometer menabrak Bumi yang sekarang di dekat Chicxulub, Mexico.

Johan Vellekoop, palinolog Utrecht University di Belanda, dan rekan menyelidiki lipid mikroba laut yang terawetkan dalam lumpur dan pasir di wilayah Brazos River Texas tengah untuk merekonstruksi suhu permukaan laut di sekitar waktu dampak asteroid.

Sebelum dampak, air hangat sekitar 30 derajat Celsius. Tapi pada bulan-bulan ke dekade sesudahnya, suhu permukaan laut turun rata-rata 2 derajat. Dampak menghamburkan debu dan partikel lainnya ke udara, menghalangi cahaya dan panas dari Matahari.

Suhu permukaan laut kemudian memanas sampai 32 derajat hanya beberapa dekade ke abad setelah dampak. Perubahan cepat dari periode dingin gelap diikuti periode pemanasan global dengan hujan asam dan gas rumah kaca sesuai pola kepunahan organisme dari plankton hingga tyrannosaurus dan pterosaurus.
Rapid short-term cooling following the Chicxulub impact at the Cretaceous–Paleogene boundary

Johan Vellekoop1 et al.
  1. Marine Palynology, Department of Earth Sciences, Faculty of Geosciences, Laboratory of Palaeobotany and Palynology, Utrecht University, 3584 CD, Utrecht, The Netherlands
Proceedings of the National Academy of Sciences, May 12, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1319253111

Gambar: Ron Blakey, NAU Geology via Wikimedia Commons

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.