Skip to main content

Epidemi Black Death Pondasi Hidup Lebih Baik

Laporan Penelitian - Kerangka The Black Death menyerahkan rahasia hidup dan mati, wabah kelam medieval meletakkan pondasi kesehatan lebih baik bagi generasi mendatang. Analisis kerangka di London menyarankan kelangsungan hidup, diet dan kesehatan umum meningkat pasca epidemi Yersinia pestis.

The Black Death di abad pertengahan adalah salah satu epidemi paling dahsyat dalam sejarah manusia yang membunuh 30-50 % penduduk Eropa di abad ke-14. Teror pecah dengan benjolan dan bintik-bintik hitam seluruh kulit kemudian meninggal dalam beberapa hari.

Orang tua dan orang sakit paling berisiko infeksi bakteri yang menyebar melalui bersin dan batuk. Wabah memiliki dampak besar pada masyarakat, panen gagal, desa dalam kelaparan dan kerusuhan sosial dan agama. Bencana yang ikut melukis sejarah Eropa di masa lalu.

Tapi korban memberi manfaat untuk kenaikan standar hidup dan diet lebih baik. Puluhan juta orang tewas dalam wabah penyakit, tetapi keturunan mereka hidup lebih panjang dan memiliki kesehatan lebih baik dari sebelumnya. Peningkatan kesehatan hanya terjadi karena kematian sejumlah besar orang.

"Ini benar-benar menekankan bagaimana Black Death secara dramatis membentuk masyarakat. Sekitar 200 ratus tahun setelah epidemi muncul perubahan positif dalam demografi dan kesehatan," kata Sharon DeWitte, antropolog University of South Carolina.

"Dalam menghadapi ancaman besar bagi kesehatan seperti wabah berulang, beberapa generasi yang hidup setelah Black Death lebih sehat secara umum dibanding orang-orang yang hidup sebelum epidemi," kata DeWitte.
Mortality Risk and Survival in the Aftermath of the Medieval Black Death

Sharon N. DeWitte1.
  1. Department of Anthropology, University of South Carolina, Columbia, South Carolina, United States of America
PLoS ONE, May 7, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0096513

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.