Skip to main content

Bullying Masa Kanak Membekas Sampai Dewasa

Laporan Penelitian - Bullying menimbulkan risiko penyakit kardiovaskular. Hantu tidak bisa mematahkan tulang, tapi intimidasi masa kanak-kanak benar-benar dapat merusak kesehatan jangka panjang. Gaung melemparkan bayangan panjang lebih rentan diabetes, jantung, depresi dan bunuh diri.

Intimidasi dianggap bagian yang tak terelakkan ketika melewati masa kanak-kanak. Namun bullying masa kanak-kanak dapat menyebabkan penurunan mental bahkan sampai usia dewasa. Sekarang tim lain menunjukkan hal itu juga dapat memiliki efek fisiologis jangka panjang.

Tim dari Duke University di North Carolina, melacak 1420 anak berumur 9 tahun hingga remaja yang mengalami Bullying. Mereka kemudian mengukur kadar C-reactive protein (CRP) dalam darah. CRP merupakan maker yang terkait risiko tinggi penyakit jantung dan diabetes.

"Karena kami mengumpulkan sampel seluruh biologis, kami mampu melihat tingkat CRP pada subyek sebelum keterlibatan intimidasi," kata William Copeland, epidemiolog Duke University Medical Center di Durham, North Carolina.

Bahkan pada usia 19 dan 21 tahun, anak-anak yang dulu pernah mengalami bullying memiliki tingkat CRP 1,4 kali lebih tinggi daripada rekan-rekan yang tidak mengalami. Sebaliknya para pelaku bullying memiliki tingkat CRP terendah bahwa mereka tidak menderita risiko kesehatan yang sama.
Childhood bullying involvement predicts low-grade systemic inflammation into adulthood

William E. Copeland1 et al.
  1. Department of Psychiatry and Behavioral Sciences, Duke University Medical Center, Durham, NC 27713
Proceedings of the National Academy of Sciences, May 12, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1323641111
Adult Health Outcomes of Childhood Bullying Victimization: Evidence From a Five-Decade Longitudinal British Birth Cohort

Ryu Takizawa et al.

The American Journal of Psychiatry

Akses : DOI:10.1176/appi.ajp.2014.13101401

Gambar: Diego Grez/Wikimedia Commons

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.