Skip to main content

Pulsa Listrik Taji Terapi Gen Saraf Pendengaran

www.LaporanPenelitian.com - Terapi gen dengan pulsa elektrik taji untuk mengembalikan pendengaran alami. Arus listrik implan koklea membimbing materi genetik korektif ke dalam sel telinga bagian dalam dan merangsang regenerasi saraf pada marmut tuli.

Teknik terapi gen tanpa menggunakan virus yang berbahaya dan menyebabkan reaksi imun, menjanjikan peningkatan pendengaran orang dengan implan koklea. Era baru meningkatkan teknologi telinga bionik, juga mungkin memiliki aplikasi dalam stimulasi dalam otak.

Perjalanan suara dari sumbernya ke telinga dan akhirnya ke otak melalui rantai terjemahan biologis yang mengubah getaran udara ke impuls saraf. Gangguan pendengaran terjadi biasanya karena kerusakan hubungan krusial menjelang akhir rantai antara sel-sel koklea telinga dan saraf pendengaran.

Ikan dan burung dapat meregenerasi sel-sel rambut di telinga bagian dalam dari waktu ke waktu dan membuat sirkuit pendengaran baru. Para ilmuwan telah mecoba men-tweak sistem mamalia untuk sedikit melakukan apa yang banyak spesies lain lakukan secara alami.

Implan koklea dirancang untuk menjembatani link yang hilang pada orang tuli dengan menanamkan array elektroda kecil yang merangsang saraf pendengaran. Tapi hanya bekerja dengan baik dalam situasi tenang karena masing harus berjuang memahami musik atau mengikuti percakapan di tengah kebisingan.

Untuk mencoba memperbaiki ujung saraf pendengaran dan membantu implan koklea mengirim sinyal lebih tajam ke otak, peneliti beralih ke terapi gen menggunakan virus untuk membawa materi genetik yang mengubah sel berpori bagian dalam telinga.

Sekarang Gary Housley, neurosaintis University of New South Wales di Sydney, dan rekan memanfaatkan impuls listrik yang disampaikan oleh hardware ke dalam implan koklea. DNA diizinkan menyelinap masuk dan mampu memberi neurotrophin encoding gen, protein yang merangsang pertumbuhan saraf.

"Kami menambal celah saraf dan berharap warna tonal dan kekayaan meningkat," kata Housley.
Jeremy L. Pinyon (Translational Neuroscience Facility and Department of Physiology, School of Medical Sciences, University of New South Wales, UNSW Australia, Sydney, New South Wales 2052, Australia) et al. Close-Field Electroporation Gene Delivery Using the Cochlear Implant Electrode Array Enhances the Bionic Ear. Science Translational Medicine, 23 April 2014: Vol. 6, Issue 233, p. 233ra54, DOI:10.1126/scitranslmed.3008177
Gambar: UNSW Australia Biological Resources Imaging Laboratory and National Imaging Facility of Australia

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.