Skip to main content

Exoplanet Kepler-186f Dunia di Zona Layak Huni

Laporan Penelitian - Planet seukuran Bumi ditemukan di zona layak huni, exoplanet baru mungkin memiliki air cair bagi kehidupan alien. Teleskop ruang Kepler menemukan sepupu Bumi, sebuah bantalan dunia berpotensi air di planet sekecil kita.

Sebuah dunia beriklim mengelilingi bintang yang cocok untuk air cair. Exoplanet Kepler-186f berukuran 10 persen lebih besar dari Bumi mengorbit Katai M, tipe bintang lebih kecil bintang merah, lebih dingin dan redup dari matahari. Planet mengitari host setiap 130 hari dalam orbit lebih kecil dari Merkurius.

"Dari semua planet yang telah kita lihat, ini yang mengingatkan kita tentang rumah," kata Thomas Barclay, astronom NASA's Ames Research Center di Moffett Field, California.

Kepler-186 duduk 490 tahun cahaya di konstelasi Cygnus. Bintang M paling umum di Bima Sakti yang membentuk sekitar tiga-perempat dari seluruh bintang yang dikenal. Sebuah temuan yang membanggakan bahwa planet seukuran Bumi di zona habitasi berarti umum di seluruh galaksi.

"Meskipun planet ini bisa jadi berbatu, kami tidak benar-benar tahu. Kami tidak memiliki apa pun ukuran di tata surya, kami tidak punya proxy. Tapi kita memiliki 2 planet seukuran yaitu Venus dan Bumi dan mereka berdua berbatu," kata Barclay.

Kepler-186f mengorbit bintang jauh dari Bumi dan samar, pengamatan tindak lanjut menjadi sulit. Tanpa penyelidikan atmosfer planet, para ilmuwan tidak bisa memastikan bahwa dunia baru cocok untuk hidup. Beberapa bintang M rentan flare radiasi ultraviolet dan X-ray yang menghasilkan iklim ekstrem.

Jika Kepler-186f rumah bagi kehidupan maka lingkungan benar-benar asing. Kerdil M memancarkan cahaya sebagian besar merah dan inframerah. Di Bumi, tanaman memanen cahaya yang lebih tinggi untuk fotosintesis. Tapi beberapa cyanobacteria melakukan fotosintesis dengan cahaya lebih merah dari cahaya tampak.

"Kedengarannya planet bagus untuk dikunjungi, jika kita bisa mencari cara perjalanan ke sana. Ini memberi kepercayaan diri untuk masa depan," kata Sara Seager, exoplanetolog Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Elisa V. Quintana (SETI Institute, 189 Bernardo Avenue, Suite 100, Mountain View, CA 94043, USA; NASA Ames Research Center, Moffett Field, CA 94035, USA) et al. An Earth-Sized Planet in the Habitable Zone of a Cool Star. Science, 18 April 2014; Vol. 344 no. 6181 pp. 277-280, DOI:10.1126/science.1249403
Gambar: NASA Ames, SETI Institute, JPL-Caltech

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.