Skip to main content

Pemburu-Pengumpul Hadza Simpan Bakteri Berbeda

LaporanPenelitian.com - Pemburu-pengumpul modern tuan rumah mikroba yang berbeda, Hadza Tanzania penuh nyali menyimpan bakteri jauh lebih beragam dibanding usus Italia. Tapi pemburu tidak memiliki Bifidobacterium, Treponema dan mikroba lainnya yang menandakan penyakit pada populasi Barat.

Satu dukungan untuk hipotesis bahwa koleksi bakteri sehat di usus tergantung pada lingkungan di mana orang hidup dan gaya hidup. Mikroba usus mungkin menganugerahi leluhur manusia beradaptasi selama periode Paleolitik 2,6 juta sampai 10.000 tahun lalu.

Probiotik adalah produk industri makanan paling cepat berkembang. Tapi tidak semua orang membutuhkannya untuk tetap sehat. Bakteri usus pemburu-pengumpul di Afrika benar-benar tidak memiliki bakteri yang merupakan bahan utama dalam kebanyakan makanan probiotik yang dianggap sehat.

Gaya hidup suku Hadza di Tanzania sama seperti nenek moyang pra-fajar pertanian 10.000 tahun lalu, tidak pernah menderita kanker, kolitis, Crohn atau penyakit lain dari gudang usus besar seperti yang ditemukan pada manusia yang mengonsumsi pola makan modern.

Sampai saat ini, penelitian bakteri usus berfokus pada orang-orang yang tinggal di negara-negara industri dengan diet tinggi gula, garam dan lemak. Diet ini menggeser peta microbiome. Bakteri usus merespon dengan cepat terhadap perubahan dalam diet host.

Stephanie Schnorr dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, dan rekan mengumpulkan sampel tinja 27 Hadza dan sekuensing DNA bakteri. Suku Hadza memiliki ekosistem usus lebih beragam tapi tidak memiliki Bifidobacterium yang terkait produk susu.

Hadza juga memiliki tingkat tinggi bakteri Treponema yang dianggap sebagai tanda penyakit pada populasi Barat karena jenis yang berbeda dihubungkan dengan lupus sistemik dan periodontitis serta sifilis. Namun pengalaman Hadza hampir tidak ada gangguan autoimun, obesitas atau diabetes.

"Kita harus mendefinisi ulang pengertian kita tentang apa yang dianggap sehat dan tidak sehat karena perbedaan ini jelas tergantung pada diet," kata Alyssa Crittenden, antropolog University of Nevada di Las Vegas.
Gut microbiome of the Hadza hunter-gatherers

Stephanie L. Schnorr1 et al.
  1. Plant Foods in Hominin Dietary Ecology Research Group, Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Deutscher Platz 6, 04103 Leipzig, Germany
Nature Communications

Akses : DOI:10.1038/ncomms4654

Gambar: Alyssa Crittenden/Max Planck Institute for Evolutionary Biology

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.