Skip to main content

Garis-Garis Zebra Untuk Cegah Gigitan Lalat Tsetse

Laporan Penelitian - Zebra memasang garis-garis untuk mencegah tsetse dan lalat penghisap darah lainnya, laporan baru menawarkan penyelesaian perdebatan sengit sejak 1870-an ketika Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace melontarkan pertanyaan bagaimana zebra mendapat merek dagang tampilan.

Apakah garis-garis untuk kamuflase dengan gerakan dazzle efek kebingungan untuk mencegah hyena, singa dan predator lain di padang rumput? Atau apakah garis-garis memancarkan panas untuk menjaga zebra dari udara dingin? Atau kostum lurik memiliki peran sosial sebagai identitas kelompok atau seleksi seksual?

Zebra perempuan tidak akan terpikat pantat laki-laki sebelum dicat menyerupai zebra. Namun laporan baru mengatakan kemungkinan solusi terkuat atas teka-teki Darwin dan Wallace bahwa garis-garis untuk mencegah lalat parasit bahwa hipotesis serangga adalah penjelasan terbaik.

"Gigitan serangga dan garis-garis signifikan," kata Tim Caro, konservasionis University of California di Davis.

Zebra membutuhkan perisai terhadap gigitan hama lalat Tabanus dan Glossina. Spesies equid lainnya seperti kuda liar jauh lebih mungkin terganggu gigitan serangga dan para peneliti menemukan relatif sedikit darah zebra pada lalat tsetse, meskipun zebra memiliki lapisan tipis helai rambut lebih pendek dan lebih halus dibandingkan jerapah dan antelop.

"Tidak ada dukungan yang konsisten untuk hipotesis kamuflase, manajemen panas atau interaksi sosial," kata Caro.
Tim Caro (Department of Wildlife, Fish and Conservation Biology, University of California at Davis, 1 Shields Avenue, Davis, California 95616, USA; Center for Population Biology, University of California at Davis, 1 Shields Avenue, Davis, California 95616, USA) et al. The function of zebra stripes. Nature Communications, 01 April 2014, DOI:10.1038/ncomms4535
Gambar: Paul Maritz/Wikimedia Commons

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.